Capaian Trimegah Tumbuh Diatas Industri - Bukukan Dana Kelola Rp 7,16 Triliun

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2014, PT Trimegah Asset Management (Trimegah) berhasil menjaring dana kelolaan senilai Rp 7,16 triliun, atau naik 70% dibanding 30 Desember 2013. Selain itu, perseroan juga telah meluncurkan 11 produk reska dana yang terdiri Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Terproteksi, Kontrak Pengelolaan Dana dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (28/1), Direktur Utama Trimegah Asset Management, Denny R Taher mengatakan, pencapaian dana kelola perseroan di tahun 2014 lalu meningkat di atas pertumbuhan dana kelolaan industri reksa dana, “Pertumbuhan dana kelolaan Trimegah menjadi salah satu indikasi tingginya kepercayaan investor terhadap reksa dana,”ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, sebagian besar dana kelolaan Trimegah merupakan reksa dana saham yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibanding produk lainnya,” Kami sangat bersyukur di tengah kondisi ekonomi yang sangat menantang, kinerja Trimegah 2014 mengalami pertumbuhan luar biasa. Ini bukti pengelolaan dana yang dilakukan Trimegah mendapat kepercayaan tinggi dari para nasabah sebagai partner investasi kami,”tandasnya.

Berdasarkan data OJK, selama 2014 total dana kelolaan reksa dana mencapai sekitar Rp266,22 triliun, tumbuh 21,49% dari 2013 sebesar Rp219,12 triliun. Kata Denny, selama 2014 produk-produk reksa dana yang dikelola Trimegah berhasil tumbuh signifikan. Seperti TRAM Infrastructure Plus yang tumbuh 39,11%, TRAM Asa Equity tumbuh 37,58%.

Selain itu, TRAM Consumption Plus tumbuh 34,51%, TRIM Kapital Plus tumbuh 32,23% dan TRIM Kapital tumbuh sebesar 32,07% secara year on year. Tingkat pertumbuhan produk reksa dana saham Trimegah tersebut di atas pertumbuhan IHSG sebesar 22,29% (YOY). "Hasil yang luar biasa ini tidak lepas dari kerja sama tim Trimegah Asset Management yang solid. Kepercayaan nasabah sebagai partner investasi kami juga menjadi salah satu kunci dari pencapaian Trimegah," katanya.

Keyakinan Tetap Tumbuh

Kemudian untuk tahun ini, Trimegah Asset Management optimistis akan mampu mempertahankan dan melanjutkan kinerja positif tahun lalu Menurut Denny, dibukanya ASEAN Free Trade Zone tahun 2015 adalah kesempatan baik untuk berinvestasi.

Dia melanjutkan, di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap pengetatan ekonomi di Amerika, pemerintah baru dipercaya akan mampu melanjutkan reformasi struktural dan mendorong perekonomian tumbuh semakin positif. Melihat dari sudut pandang perekonomian global, kondisi perekonomian Indonesia saat ini tidak seburuk dengan yang ditakuti pasar dan para pelaku ekonomi.

Bagaimanapun zona Eropa, Jepang, China dan negara lainnya membutuhkan dorongan untuk perekonomiannya, yang kemungkinan besar dalam bentuk gelombang quantitative easing baru. Apabila Amerika mengetatkan perekonomian, negara berkembang lain akan memberikan likuiditas yang cukup di pasar,”Kami menyadari risiko jangka pendek dan akan berusaha sebaik mungkin untuk memitigasi hal tersebut. Tapi kami percaya Indonesia tengah menuju jalan tepat dan dapat memberikan kesempatan berinvestasi yang akan menghasilkan return signifikan,”paparnya.

Dia menerangkan, mengidentifikasi perusahaan berkualitas adalah kunci Trimegah dalam mendapatkan return yang lebih baik dibanding benchmark. Denny menambahkan, penurunan harga minyak, pemangkasan subsidi BBM dan alokasi anggaran yang lebih besar ke sektor infrastruktur akan menjadi sejumlah katalis pendorong perekonomian di 2015.

Menurutnya, asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditetapkan sebesar 5,7% tahun ini, lebih tinggi dari realisasi 2014 sebesar 5,1%, menunjukkan bahwa potensi penguatan ekonomi terbuka lebar. Dengan sejumlah indikator makro ekonomi nasional yang positif dan situasi global yang tetap menantang, pihaknya optimistis industri reksa dana tahun ini akan tumbuh double digit.

Meningkatnya, pemahaman masyarakat terhadap investasi, khususnya kelompok menengah usia muda, merupakan pasar reksa dana sangat potensial saat ini. Salah satu target pasar Trimegah adalah kelompok usia muda seperti kelompok pekerjafresh graduate dan profesional muda yang tumbuh pesat,”Kami percaya dengan sosialisasi dan pemahaman risiko yang semakin baik di sisi nasabah, jumlah dana kelolaan akan terus tumbuh signifikan. Potensinya sangat besar sementara yang tergarap masih kecil," kata Denny. (bani)

Related posts