Memaksimalkan Pencahayaan Alami Pada Hunian

Pemilihan pencahayaan hunian memang menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam mendesain sebuah hunian. Isu pemanasan global dan perubahan iklim akibat kerusakan lingkungan menjadi kan sebagian orang berfikir untuk melakukan penghematan energi. Kerusakan lingkungan memang disebabkan oleh banyak hal, salah satunya ialah pemborosan penggunaan energi, yaitu energi listrik.

Pencahayaan sebuah hunian menjadi salah satu yang melatarbelakangi boros atau tidaknya penggunaan energi listrik, pemilihan pencahayaan lampu yang kurang tepat menjadi penyebab borosnya penggunaan listrik. Desain hunian dengan penerangan alami kini memang suatu cara untuk melakukan penghematan energi.

Selain mampu menghemat pengeluaran akibat energi yang dikeluarkan juga di hemat. Tentunya, dengan sistem pencahayaan alami lebih akan membuat penghuni sebuah hunian menjadi lebih sehat. Pada umumnya masyarakat kini lebih memilih menggunakan jendela untuk membuat sisitem pencahayaan yang baik. Selain jendela, juga bisa dengan menggunakan skylight.

Skylight sendiri, adalah ventilasi atau bukaan pada atap hunian tinggal yang digunakan untuk meningkatkan intensitas cahaya alami ke dalam ruangan dalam hunian tinggal. Selain menjadi jalan memasukkan cahaya alami, skylight juga menghadirkan indahnya pemandangan langit baik siang ataupun malam. Skylight biasanya berupa jendela kaca yang ditempatkan di langit-langit hunian tinggal.

Kacanya penutupnya bisa dipasang terkunci atau bisa dibuka untuk ventilasi udara. Jadi selain cahaya alami, skylight dengan kaca yang bisa dibuka tutup membiarkan udara alami mengalir ke dalam ruangan. Sayangnya, dengan adanya bukaan seperti jendela ini di atap hunian memungkinkan air hujan untuk bisa menembus celah-celah. Untuk itu, sebaiknya buat skylight berbentuk jendela yang ketika ditutup tidak akan mampu ditembus air hujan.

Sebagian kalangan malah berfikir lain, bagi mereka skylight untuk menjadi elemen tambahan untuk memperindah hunian. Skylight dapat digunakan di ruang keluarga, dapur, kamar mandi, ataupun kamar tidur. Untuk dapur penggunaan skylight dengan jendela terbuka lebih cocok diaplikasikan, sebab bisa menjadi sarana untuk pergantian udara di dapur. Sehingga asap saat masakan dapat keluar melalui skylight.

Namun setiap ruangan memang memiliki perbedaan desain atau penempatan skylight. Untuk ruangan kamar mandi, skylight berfungsi mengurangi kelembaban dalam ruangan. Pada dasarnya sinar matahari yang masuk bisa mengurangi kelembaban yang ada di kamar mandi, sekaligus memberi penerangan. Sementara itu, untuk kamar tidur skylight juga bisa diaplikasikan, tentunya itu bagi kita yang ingin menikmati indahnya langit pada malam hari, kita bisa menikmati pemandangan langit saat ingin tidur.

Related posts