Kinerja Investasi dan Keuangan Tak Terganggu - KPK vs Polri

NERACA

Jakarta - Kalangan pengamat menilai konflik yang terjadi antara KPK dengan Polri hingga kini belum menggangu kinerja investasi sektor keuangan. "Hingga kini investasi sektor finansial tetap berjalan normal. Tidak ada ketakutan investor di sektor ini (keuangan). Transaksi pun stabil," kata Direktur Utama PT BNI Securities, Ananta Wiyogo, di Manado, Sulawesi Utara, Selasa (27/1).

Dia mengatakan, sepanjang konflik tersebut dalam rana hukum seperti yang sudah disampaikan Presiden Joko Widodo, maka dampaknya terhadap perekonomian tidak akan signifikan. "Kecuali bila perseteruan ini terus digiring ke arena politik, kemungkinan dapat membawa dampak negatif terhadap perekonomian termasuk investasi keuangan jangka panjang," kata Ananta.

Tahun ini terdapat delapan sektor yang dapat menjadi pilihan berinvestasi finansial jangka panjang, karena diprediksi memiliki potensi pertumbuhan cukup tinggi dan kuat. "Kedelapan sektor tersebut yakni telekomunikasi, infrastruktur, semen, CPO, konsumsi, farmasi, unggas dan pakan ternak serta transportasi," jelasnya.

Pengalihan dana penghematan subsidi bahan bakar minyak (BBM), kata Ananta, merupakan salah satu faktor pendorong beberapa sektor seperti infrastruktur, akan tumbuh cukup signifikan. Sektor perbankan tidak masuk sebagai sektor berinvestasi potensial karena sektor perbankan erat kaitannya dengan kebijakan pemerintah dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan.

"Angka pertumbuhan perbankan baik penghimpunan dana, kredit, loan to deposit ratio (LDR) dan lainnya sudah dipatok targetnya beberapa persen oleh pemerintah, jadi gainnya tidak terlalu besar, karena itu bukan menjadi program investasi jangka panjang yang menarik, " kata Ananta.

Pada kesempatan terpisah, ekonom Fauzi Ichsan mengungkapkan, para investor meyakini bahwa kisruh tersebut tidak akan mempengaruhi kebijakan reformasi struktural ekonomi. Selain itu, investor memberikan respon positif terhadap pengalihan subsidi BBM ke sektor produktif atau riil.

Lebih lanjut Fauzi mengatakan, sentimen negatif domestik juga tertutupi dengan kesan positif investor terhadap kebijakan reformasi struktural perekonomian yang dijalankan pemerintah seperti pengalihan belanja subsidi BBM ke belanja sektor produktif.

Selain pengalihan belanja subsidi, rencana pemerintah untuk memberikan penyertaan modal negara sebesar Rp48 triliun kepada puluhan BUMN juga memberikan kesan positif investor, karena dapat mengekspansi pembangunan. [ardi]

Related posts