Laba Bersih SMF Tumbuh 19,65%

NERACA

Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) meraup laba bersih Rp173 miliar pada 2014 atau tumbuh 19,65% dibanding 2013 sebesar Rp145 miliar. "Pencapaian ini terhitung cukup baik, mengingat kondisi pasar di tahun 2014 yang bergejolak, terutama terkait peningkatan tingkat suku bunga yang cukup signifikan," kata Direktur Utama SMF, Raharjo Adisusanto, di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, kinerja bisnis SMF dalam melakukan sekuritisasi dan penyaluran pinjaman untuk pembiayaan sekunder perumahan telah meningkat signifikan. Raharjo menuturkan sekuritisasi dan penyaluran pinjaman yang dilakukan SMF mencapai Rp4,52 triliun selama 2014. Rinciannya, nilai sekuritisasi SMF sebesar Rp1,5 triliun dan penyaluran pinjaman Rp3,02 triliun.

"Sehingga aset SMF hingga 2014 adalah sebesar Rp9,53 triliun naik 27,48% dari 2013 sebesar Rp7,47 triliun," ujar dia. Adapun posisi penyaluran pinjaman hingga 2014 menjadi Rp6,5 triliun atau tumbuh 4,35% dari 2013 sebesar Rp6,23 triliun.

Secara kumulatif total akumulasi dana yang dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan hingga 31 Desember 2014 sebesar Rp16,54 triliun untuk 377.217 debitur KPR. Pencapaian tersebut mencatatkan pertumbuhan 37,69% dari realisasi hingga 2013 sebesar Rp12,01 triliun.

Catatan untuk total liabilitas pada 2014 sebesar Rp5,56 triliun naik 18,82% dari tahun sebelumnya hampir Rp4,69 triliun. "Sedangkan total equitas sebesar Rp3,96 triliun, naik 42,03% dari tahun sebelumnya Rp2,79 triliun," ujarnya.

Untuk tahun ini, Raharjo mengatakan SMF berupaya meningkatkan penyaluran pinjaman pada perbankan syariah dan bank daerah selain perbankan konvensional melalui pendanaan dari pasar modal.

Selain itu, ujar dia, SMF juga berupaya meningkatkan edukasi kepada perbankan untuk melakukan sekuritisasi melalui instrumen Efek Beragun Aset Surat Partisipasi (EBA-SP) agar perbankan dapat mengurangi risiko kredit atas KPR akibat adanya risiko "mismatch". [ardi]

Related posts