Mengusung Penghematan Energi, Desain Hunian Cerdas

Teknologi memang menjadi suatu hal yang sangat penting dan sangat dibutuhkan saat ini, namun banyak juga yang beranggapan bahwa teknologilah yang akhirnya menciptakan kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. Meski begitu semuanya tetap akibat ulah manusia yang tidak menggunakan teknologi dengan bijak, contohnya pemborosan penggunaan energi listrik.

Sebuah hunian kini haruslah didesain dengan berwawasan lingkungan, artinya setiap hunian kini harus didesain dengan ramah lingkungan dan juga mendukung penghematan energi, khususnya energi listrik. Dengan begini nantinya lewat sebuah hunian akan tercipta pengurangan kerusakan lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim. Penggunaan cahaya matahari bisa mengurangi penggunaan lampu pada siang hari.

Dalam desain awal, kita bisa memperhitungkan ruang-ruang mana saja yang perlu cahaya matahari lebih banyak pada pagi, dan ruang mana yang perlu sinar banyak pada sore hari. Desain yang baik juga mampu mengatur bagaimana cahaya siang masuk ke dalam hunian tanpa menimbulkan dampak yang tidak menyenangkan seperti terlalu silau, atau memanaskan suhu ruang di siang hari.

Menanam pepohonan di sekitar hunian juga dapat menurunkan suhu bangunan hunian di siang hari. Denah hunian yang langsing atau memanjang pun lebih memudahkan dan menjamin terjadinya aliran udara jika kita membuat bukaan silang. Bangunan yang terlalu pendek akan lebih pengap pada saat cuaca panas terik. Makin tinggi atap, makin sejuk. Ini bisa kita buktikan pada beberapa bangunan tradisional Indonesia. Namun bangunan hunian tetap harus didesain dengan baik dengan skala yang proporsional.

Ventilasi yang cukup dan dengan posisi tepat akan memperlancar sirkulasi udara dalam ruang agar tidak pengap dan lembab. Gunakanlah ventilasi silang, yaitu membuat ventilasi di sisi ruang yang berseberangan agar udara mudah mengalir. Bangunan hunian dengan atap terang akan lebih sejuk dari pada bangunan yang atapnya berwarna gelap.

Memilih peralatanhuniantangga yang berefisiensi tinggi menjadi suatu hal yang penting dalam hunian berkonsep hemat energi. Pilihlah yang hemat energi listrik sehingga memiliki life cost yang ringan untuk operasionalnya. Konsep hunian hemat energi adalah hunian yang hanya menggunakan tenaga listrik saat benar-benar dibutuhkan.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menghemat pemakaian listrik di hunian adalah pengaturan interior hunian. Seringkali, atas nama privasi, kita perlu memasang sekat atau menggunakan perabot besar sebagai sekat antar ruang. Meskipun hal ini sah-sah saja, tetapi penggunaan interior hunian berukuran besar hanya akan membuat cahaya matahari sulit menembus hingga ruang bagian dalam. Akibat tertutup oleh interior hunian yang besar, terpaksa kita harus menyalakan lampu untuk penerangan.

Dengan membuat desain hunian yang ramah lingkungan seperti memperbanyak jendela yang langsung berhubungan dengan udara luar membuat kita tidak perlu memasang pendingin ruangan yang tentu akan mengurangi penggunaan energi kita. Kita bisa membuka jendela dan membiarkan angin masuk ke dalam dan menjadi pendingin ruangan alami.

Hunian bisa menjadi sejuk karena ada banyak tanaman di sekitar hunian. Mendesain halaman dengan penanaman banyak pohon akan membuat udara di sekitar hunian sejuk. Hembusan angin akan membawa hawa sejuk tersebut masuk ke dalam hunian melalui jendela yang terbuka hingga pendingin ruangan tidak lagi diperlukan. Hal ini akan membantu penghematan banyak energi listrik.

Related posts