Menakar Kekuatan Infrastruktur Mandiri - Galang Modal Lewat Rights Issue

NERACA

Jakarta - Rencana penyertaan modal negara (PMN) ke sejumlah perusahaan BUMN, khususnya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dinilai positif dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. Pengamat Perbankan, David Sumual, mengatakan PMN tersebut dilakukan agar perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat aktif terlibat dalam pembangunan infrastruktur dalam mendorong perekonomian nasional,”Pada dasarnya penyuntikan modal ini baik. Khusus untuk Bank Mandiri memang perlu modal besar untuk mendorong kredit ke sektor infrastruktur,” katanya di Jakarta, Selasa (27/1).

Menurut David, pembiayaan infrastruktur nanti juga harus didukung oleh perusahaan BUMN yang lain, khususnya yang terlibat langsung dalam proses pembangunan infrastruktur nanti.“Misalnya kreditnya untuk membangun pelabuhan, harus dilihat apakah pelabuhan tersebut nantinya menjanjikan untuk ekonomi dan ke depannya. Jangan sampai jadi kredit macet,” katanya,

Sementara itu, secara terpisah Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno, mengatakan saat ini Komisi XI masih membahas mengenai suntikan PMN untuk perusahaan BUMN khususnya Bank Mandiri.“Rencananya Selasa, Menteri BUMN akan bertemu dengan Komisi XI untuk membahas hal ini,” katanya.

Dirinya menilai, penyertaan modal tersebut diharapkan bisa mendukung pembangunan infrastruktur, sebagai langkah awal guna mendorong Bank Mandiri menjadi Regional Bank Champion di Asia Tenggara. Hendrawan menambahkan, pemberian modal sebesar Rp 5,6 triliun tersebut masih terlalu sedikit. "Dengan suntikan modal itu, bank memiliki modal yang lebih besar untuk mendukung pembanguan infrastruktur,”paparnya.

Sebagai informasi, Bank Mandiri serius menjajaki penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue dalam waktu dekat. Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Pahala Mansury pernah bilang, perseroan akan melakukan rights issue dan sekuritisasi kredit pemilikan rumah (KPR) pada semester I tahun ini,”Mudah-mudahan di awal bulan Juni atau akhir bulan Mei sudah bisa dilaksanakan (rights issue),”paparnya.

Dia menuturkan, saham baru yang diterbitkan tersebut sebesar 5% dari total saham yang beredar. Aksi korporasi itu bertujuan untuk menambah modal perseroan agar bisa sejajar dengan bank lain di kawasan Asia Tenggara (ASEAN),”Pada 2015 akan ada pengelompokkan bank ke dalam Qualified ASEAN Bank (QAB), kami harapkan dengan tambahan modal ini, market cap Bank Mandiri bisa menjadi lebih besar,” ujar Pahala.

Menurut dia, dengan adanya rights issue tersebut, perseroan menargetkan dapat membukukan kredit sebesar Rp635 triliun atau tumbuh 34,57% dibandingkan proyeksi penyaluran kredit tahun lalu. Selain itu, perseroan akan melakukan proses sekuritisasi aset Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang jumlahnya mencapai Rp750 milliar hingga Rp1 triliun. (bani)

Related posts