BBJ Rencanakan Rights Issue Rp 88,4 Miliar

PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) bakal melangsungkan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue senilai Rp 88,4 miliar pada semester I tahun ini. Dengan aksi korporasi tersebut, modal disetor perseroan menjadi sebesar Rp 100 miliar dari saat ini senilai Rp 11,6 miliar.

Direktur Utama BBJ Sherman Rana Krisna mengatakan, perseroan secepatnya akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan rights issue kepada pemegang saham. “Kami akan berbicara dengan komisaris terkait RUPSLB,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, rights issue merupakan tahap awal perseroan menambah modal. Dalam proses tersebut, BBJ akan menawarkan saham baru kepada pemegang saham lama terlebih dahulu. Saat ini, BBJ dikendalikan oleh 29 perusahaan swasta.

Menurut Sherman, jika pemegang saham lama tidak mengeksekusi haknya, perseroan bakal mengajukan izin untuk mencari investor strategis yang ingin membeli saham baru BBJ. Beberapa waktu lalu, Sherman mengatakan, pihaknya telah berbicara dengan beberapa investor strategis untuk aksi tersebut, tetapi belum serius. “Kami telah melakukan pembicaraan dengan pialang maupun bursa luar negeri,” ucap dia.

Penambahan modal dilakukan BBJ untuk mengantisipasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang resmi berlangsung mulai tahun ini. BBJ akan menggunakan dana hasil rights issue untuk membiayai pengembangan usaha. Sementara itu, BBJ optimistis mampu meningkatkan kontrak multilateral pada 2015 sebesar 25% menjadi sebesar 500.000 lot dari target tahun ini sebesar 400.000 lot. (id/bani)

BERITA TERKAIT

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Potensi Global US$88 Miliar, Ekspor Komponen Pesawat akan Dipacu - Kebijakan Publik

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan daya saing industri nasional agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas sehingga kompetitif…

Antam Refinancing Obligasi Rp 900 Miliar - Marak Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta – Tren obligasi jatuh tempo tahun ini cukup marak, alhasil kebanyakan emiten disibukkan untuk mempertebal kocek untuk membayar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…