Pemerintah Yakin Mampu Tekan Inflasi

NERACA

Jakarta - Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro meyakini tahun ini pemerintah mampu menekan laju inflasi, dirinya memperkirakan inflasi di tahun ini bisa berada di angka 5 persen.

Bambang mengaku optimistis karena dirinya melihat kemungkinanadministered pricesudah sangat kecil perannya. Dia percaya, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tahun ini tidak mungkin menunjukkan lonjakan yang cukup tinggi. "Sangat kecil kemungkinan ada kenaikan harga BBM yang sangat luar biasa, Jadi inflasi tahun ini bisa ditekan, karena tidak ada gejolak harga-harga," katanya, di Jakarta, Selasa (27/1).

Kendati demikian, Bambang menekankan Pemerintah juga harus menjaga ketersediaan pangan jika ingin target inflasi tersebut stabil hingga akhir tahun nanti. Hal itu dimaksudkan untuk menjagavolatile foodagar tidak mengganggu kestabilan inflasi

"Kemudian yang paling penting menjaga ketersediaan pasokan dari bahan pangan. Supayavolatile foodtidak menimbulkan inflasi yang sangat tinggi," tegasnya.

Sebelumnya, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Aris Yunanto, mengatakan bahwa inflasi di Indonesia tahun 2015 ini akan membaik dibanding 2014.

Dicabutnya subsidi bahan bakar minyak untuk jenis premium oleh pemerintah yang berujung pada meningkatnya harga jual beberapa jenis barang kebutuhan rumah tangga menjadi salah satu pemicu membengkaknya tingkat inflasi di penghujung tahun lalu. Padahal jika dibandingkan, tingkat inflasi di bulan Desember 2013 masih berada di angka 0,55%. Sedangkan tingkat inflasi pada medio Januari hingga Desember 2014 berada di angka 8,36%.

Menanggapi hal tersebut, Aris mengatakan, proyeksi inflasi pada tahun 2015 ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan yang akan diambil oleh pemerintahan terpilih saat ini. Mengingat fokus pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla yang akan menggenjot segmen infrastruktur dan juga kelautan. “Jika pemerintah bisa mengendalikan segmen konsumsi dan menggalakkan produk dalam negeri, inflasi akan membaik dari tahun lalu,” katanya.

Dia menambahkan, langkah pemerintah dengan membuat naik turun harga bahan bakar minyak merupakan salah satu langkah positif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak.

Sedangkan menurut Menko Perekonomian Sofyan Djalil memperkirakan inflasi tahun 2015 ini akan lebih rendah. "Target inflasi 4,5% plus-minus 1 (3,5-5,5%). Tapi harus kerja keras untuk itu," katanya.

Inflasi yang lebih rendah, lanjut Sofyan, bisa saja terjadi karena pemerintah baru menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Di samping itu, pemerintah juga akan berupaya membuat harga kebutuhan pokok stabil, salah satunya melalui operasi pasar.

"Tahun ini kita akan lebih baik karena harga BBM telah diturunkan, ada proses deflasi. Terus pemerintah melakukan berbagai upaya, misal operasi pasar beras karena kemarin sempat ada lonjakan harga beras. Barang-barang yang harganya dikontrol pemerintah akan kita atur," jelasnya

Namun demikian hal berbeda pernah dilontarkan oleh pengamat ekonomi Aviliani, dia memprediksi besaran inflasi tahun 2015 akan mencapai 6,5 persen. Pasalnya, kata dia, banyak perusahaan yang akan menaikkan harga barang antara 15 persen sampai 20 persen, akibat kenaikan tarif dasar listrik.

Mengantisipasi melonjaknya inflasi itu, menurutnya Presiden Joko Widodo harus memaksimalkan kerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). ""Bagaimana cara menurunkan inflasi? Ya harus menurunkan harga pangan.," ujar Avi.

Menurut dia, peran TPID menjaga inflasi daerah sangatlah krusial. Apabila TIPD berhasil menekan angka inflasi daerah, maka inflasi nasional juga akan ikut terpengaruh. Inflasi kata Avi, 25 persennya disebabkan oleh harga beras yang melambung.

Sementara harga pangan lainnya menyumbang inflasi 40 persen. Jadi secara keseluruhan harga pangan itu berkontribusi terhadap besaran inflasi sebesar 60 persen. [ardi]

Related posts