Saratoga Cari Pinjaman US$ 105 Juta - Danai Belanja Modal

NERACA

Jakarta - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berencana mencari pinjaman bank sebesar US$ 105 juta. Pinjaman tersebut akan dipakai untuk membiayai 70% investasi perseroan yang tahun ini dialokasikan dana sebesar US$ 150 juta, “Komposisi sumber dana investasi dari pinjaman sekitar 70% dan sisanya dari kas internal perseroan,” kata Sandiaga Uno, Presiden Direktur Saratoga di Jakarta, kemarin.

Sandiaga menegaskan, tahun ini, investasi perseroan akan fokus di bidang infrastruktur. Hal itu seiring rencana pemerintah menggenjot proyek infrastruktur. “Jadi, tidak terbatas di bidang energi, tapi juga yang lain termasuk pembangunan jalan tol,” tutur dia.

Saat ini, Saratoga memiliki sejumlah perusahaan infrastruktur antara lain PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) yang bergerak di bidang penyedia menara telekomunikasi, PT Lintas Marga Sedaya di bidang jalan tol, PT Medco Power Indonesia di bidang pembangkit listrik, dan PT Tri Wahana Universal di bidang penyulingan minyak.

Sebelumnya dua anak usaha Saratoga, yaitu Medco Power dan Tri Wahana, berencana menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Kedua perusahaan tersebut berniat melepas saham masing-masing sebesar 15% hingga 30% ada kuartal II-2015.

Menurut Sandiaga, pihaknya masih mengkaji soal IPO Medco Power. Saat ini, perusahaan yang diakuisisi dari PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) tersebut sedang membangun pembangkit listrik panas bumi (geotermal) di Sumatera Utara. Proyek Sarulla berkapasitas 330 megawatt (MW) itu ditargetkan beroperasi pada 2016 atau 2017,”Kalau pasarnya kondusif, pertengahan tahun ini kami akan buat keputusan soal IPO. Sekarang masih konsultasi dengan partner,” ujar dia.

Sementara mengenai rencana IPO Tri Wahana, perseroan juga masih mengkaji menyusul tren pelemahan harga minyak dunia. Meski demikian, menurut Sandiaga, bisnis Tri Wahana cukup berkembang dengan kapasitas produksi tahun lalu naik menjadi 16.000 bph dari 6.000 bph. “Namun kami harus perhatikan pasokan minyaknya. Apalagi tiga bulan terakhir ini harga minyak juga terus turun,” jelas dia. (id/bani)

Related posts