SMF Bakal Terbitkan EBA SP Rp 2 Triliun

NERACA

Jakarta – Perusahaan pembiayaan perumahan milik pemerintah, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) berencana menerbitkaan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi (EBA SP) senilai Rp2 triliun,”Kita akan terbitkan EBA senilai Rp 2 triliun, apalagi kami sudah resmi menjadi penerbit,”kata Direktur SMF Raharjo Adisusanto di Jakarta, Selasa (27/1).

Dia menyebutkan, kalau sasaran EBA SP sendiri akan memetakan pada enam bank dan bank langganan yang sering melakukan sekuritisasi adalah PT Bank Tabungan Rakyat Tbk (BBTN) dan ditambah PT Bank Mandiri yang rencananya dilakukan pada tahun ini sudah bisa melakukan sekuritisasi.

Dijelaskan, bagi bank yang melakukan sekuritisasi lewat EBA SP dapat menyalurkan kredit kembali. Pasalnya, sebab hak tagih sudah dijual kembali di pasar modal. Kemudian untuk EBA SP syariah, lanjutnya, saat ini masih dalam proses penggodokan,”Ini bisa mempercepat penyaluran kredit kembali, karena sudah ada aliran dana dari pasar modal lewat EBA SP,”ungkapnya.

Perlu diketahui, sekuritisasi aset sendiri baru boleh dilakukan pada Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III-IV dan saat ini belum bisa dilakukan pada BUKU I-II. Kemudian, kata Raharjo, perseroan tengah membidik penyaluran pinjaman ke perbankan syariah. Tercatat sampai saat ini, baru ada 6 bank syariah yang sudah mendapat penyaluran pinjaman yang nantinya bank syariah menyalurkan kembali dalam bentuk Kredit Perumahan Rakyat (KPR).

Tercatat realisasi pinjamaan ke Bank BTN sebesar Rp6.400 triliun, Bank DKI Rp30 miliar, Bank Nagari Rp100 miliar, Bank NTB Rp0,5 miliar dan Bank Kalimantan Selatan Rp250 miliar. Sisanya multifinace, secara total Rp11 triliun salurkan pinjaman.

Dia menilai, ada 10 perbankan yang menyalurkan KPR dalam volume besar. Dimana sekitar 90% memang berada pada 10 bank besar dan setidaknya ada 4 hingga 5 bank yang layak sekuritisasi. Sepanjang tahun 2014, PT Sarana Multigriya Financial mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp173 miliar atau tumbuh 19,65% dari laba bersih tahun 2013 sebesar Rp145 miliar.

Menurut Raharjo, pencapaian ini terhitung cukup baik, mengingat kondisi pasar 2014 cukup volatile berupa peningkatan suku bunga. Namun itu bukan hal yang signifikan mempengaruhi kinerja SMF. Dijelaskan, kinerja perseroan mendapat dukungan adanya peningkatan aliran dana dari pasar modal ke penyalur KPR di sektor pembiayaan perumahan melalui sekuritisasi dan penyaluran pinjaman yang mecapai Rp4,529 triliun selama 2014.

Kata dia, sehingga secara kumulatif total akumulasi dana uang dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan sampai 31 Desember 2014 mencapai Rp16,546 triliun untuk 377.217 debitur KPR, meningkat 37,69% dari tahun sebelumnya Rp12,017 triliun,”Peningkatan kinerja SMF 2014, dicapai sekuritisasi Rp1,5 triliun dan penyaluran pinjaman Rp3,029 triliun. Sehingga aset sebesar Rp9,533 triliun naik 27,48% dari tahun sebelumnya sebesar Rp7,478 triliun," jelas dia.

Dia pun menjelaskan, posisi pinjaman menjadi Rp6,501 triliun naik 4,35% dari tahun sebelumnya Rp6,320 triliun dan total liabilitas sebesar Rp5,569 triliun, naik 18,82% dari tahun sebelumnya Rp4,687 triliun,”Total equitas sebesar Rp3,964 triliun naik 42,03%dari tahun sebelumnya Rp2,791 triliun," ungkapnya. (bani)

Related posts