Menkominfo Pacu Desa Berbenah - Percepat Pembangunan BTS

Negara yang maju dan berkembang memang tidak jauh dari peran teknologinya, suatu Negara dapat dikatakan maju bila teknologinya pun maju dan berkembang. Teknologi sendiri memiliki peran yang cukup penting dalam memajukan bangsa, terutama dalam menyebarkan dan menyampaikan informasi. Dengan adanya teknologi, nantinya segala kegiatan masyarakat dipedesaan dan didaerah yang tertinggal akan menjadi lebih maju.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara akan mempercepat pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) di daerah perbatasan.

Rudiantara mengatakan, pembangunan menara BTS di seluruh daerah perbatasan guna memudahkan akses komunikasi selular. “Kita fokus, ada tiga daerah yang berbatasan langsung, seperti di Kalimantan dengan Malaysia, Papua dengan Papua Nugini, Nusa Tenggara Timur dengan Timor Leste, Saat ini Kalimantan kita prioritaskan,” kata Rudiantara di Jakarta.

Base Transceiver Station atau disingkat BTS adalah sebuah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi dan jaringan operator. Piranti komunikasi penerima sinyal BTS bisa telepon, telepon seluler, jaringan nirkabel sementara operator jaringan yaitu GSM, CDMA, atau platform TDMA. BTS mengirimkan dan menerima sinyal radio ke perangkat mobile dan mengkonversi sinyal-sinyal tersebut menjadi sinyal digital untuk selanjutnya dikirim ke terminal lainnya untuk proses sirkulasi pesan atau data.

Nama lain dari BTS adalahBase Station(BS),Radio Base Station(RBS), ataunode B(eNB). Hingga saat ini masyarakat belum bisa membedakan antara perangkat BTS dan menara BTS padahal menara BTS bukanlah BTS itu sendiri.

Menurut Rudiantara, khusus untuk Wilayah Kalimantan, target pembangunan BTS akan selesai pada Januari 2016. “Di wilayah Kalimantan itu, ada 140 desa lebih yang berbatasan langsung dengan Malaysia,” ujarnya.

Rudiantara menjelaskan, skema pembangunan BTS nantinya akan mengacu pada kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota maupun operator.

Provinsi menyediakan lahan, kabupaten/kota memenuhi sumber energi listrik melalui genset dan bahan bakar serta operator yang akan membangun BTS dan mengoperasikannya. Sedangkan pemerintah pusat, akan menyediakan subsidi bagi operator yang membangun BTS, jelasnya seraya menambahkan bahwa saat ini baru ada lima BTS di desa perbatasan.

Rudi menambahkan, pembangunan di daerah-daerah perbatasan, terluar dan terpencil merupakan salah satu sasaran pembangunan pemerintah.Pasalnya, selain memacu teknologi selular, pemerintah juga akan memacu penyebaran informasi di daerah perbatasan, termasuk dengan penyiaran radio yang menggunakan bahasa-bahasa yang dipahami masyarakat di perbatasan.

Bayangkan, Malaysia memiliki radio yang ditangkap oleh masyarakat kita diperbatasan dengan bahasa yang mereka pahami. Kita juga harus, karena ini masalah kedaulatan, jelasnya.

Pada tahun 2013 sendiri tercatat Sementara dari jumlah infrastruktur jaringan, Telkomseldi Jakarta membangun 1.500 BTS Node B, Indosat810 BTS Node, XL 756 BTS Node B, Tri 463 BTS Node B, dan Axis 497 BTS Node B.

Related posts