IHSG Kembali Mengulang Tren Penguatan

NERACA

Jakarta – Setelah sempat tertekan aksi ambil untung, akhirnya menutup perdagangan Selasa sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) mampu balik arah untuk menguat. Aksi borong saham investor asing jelang penutupan perdagangan membuat IHSG positif.

Indeks BEI ditutup menguat 17,125 poin (0,33%) ke level 5.277,149. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 3,066 poin (0,34%) ke level 916,098. Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, IHSG bergerak menguat terjadi di tengah berbagai sentimen negatif dari dalam negeri dimana pelaku pasar masih memasukkan perselisihan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebagai pertimbangan investasi,”Beberapa pejabat KPK telah dilaporkan ke kepolisian, pasar masih mencermati perkembangannya," katanya di Jakarta, Selasa (27/1).

Namun di sisi lain, menurut dia, bursa regional termasuk IHSG BEI masih mendapat angin segar dari stimulus Eropa dan berita dari Yunani, dimana partai pemenang pemilu yaitu Partai Syriza akan menegosiasikan ulang kesepakatan utangnya dengan para pemimpin internasional. Berikutnya, indeks BEI Rabu, lanjut Purwoko, diperkirakan menguat dan bergerak di kisaran 5.240-5.300 poin.

Transaksi investor asing sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 647,459 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 223.962 kali dengan volume 5,19 miliar lembar saham senilai Rp 6,427 triliun. Sebanyak 183 saham naik, 107 turun, dan 91 saham stagnan.

Bursa-bursa regional menutup perdagangan dengan mix, meski pagi masih kompak menguat. Aksi ambil untung terjadi di pasar saham Hong Kong dan Tiongkok. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.400 ke Rp 58.500, Astra Agro (AALI) naik Rp 750 ke Rp 24.275, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 675 ke Rp 14.775, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 15.325.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 725 ke Rp 6.175, Lionmesh (LION) turun Rp 700 ke Rp 5.750, Mayora (MYOR) turun Rp 500 ke Rp 23.525, dan Mandom (TCID) turun Rp 500 ke Rp 18.000.

Penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menipis 6,122 poin (0,12%) ke level 5.253,902. Sementara Indeks LQ45 berkurang 1,677 poin (0,18%) ke level 911,355. Saham-saham komoditas masih bertahan positif. Rata-rata indeks sektoral di lantai bursa masih terkena koreksi hingga siang hari. Saham infrastruktur paling banyak dilepas investor asing. Tapi transaksi pemodal asing hingga sinang terpantau melakukan pembelian bersih.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 117.649 kali dengan volume 2,592 miliar lembar saham senilai Rp 2,947 triliun. Sebanyak 146 saham naik, 106 turun, dan 91 saham stagnan.

Bursa-bursa regional yang diawal kompak menguat kini bergerak variatif. Kekhawatiran Yunani yang menolak program bantuan Uni Eropa membayangi pelaku pasar Asia. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 57.500, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 375 ke Rp 14.475, Surya Toto (TOTO) naik Rp 325 ke Rp 4.095, dan AKR Corporindo (AKRA) naik Rp 175 ke Rp 4.635.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 775 ke Rp 23.250, Mandom (TCID) turun Rp 500 ke Rp 18.000, Impack (IMPC) turun Rp 425 ke Rp 5.750, dan Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 400 ke Rp 4.800.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka melemah tipis sebesar 5,56 poin atau 0,11% ke posisi 5.254,45. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun sebesar 1,40 poin atau 0,15% ke posisi 911,63,”Indeks BEI melemah tipis pada awal perdagangan seiring masih adanya hasrat beberapa pelaku pasar untuk mengambil posisi ambil untung, namun dalam perjalanannya indeks BEI kembali ke area positif," kata Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Menurut Reza, pergerakan bursa saham di kawasan Asia yang berada di area positif menjadi salah satu faktor pendukung indeks BEI berbalik arah ke area positif. Di sisi lain, lanjut dia, respon pelaku pasar yang tidak terlalu berlebihan menanggapi konflik KPK dan Polri turut menjadi salah satu faktor IHSG untuk melanjutkan kenaikannya,”Kami berharap sentimen konflik tersebut tidak bercampur dengan pergerakan pasar," katanya.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan bahwa perseteruan antara KPK dengan Polri yang sempat membuat kepanikan di pasar, tensinya cenderung mereda,”Awalnya, pelaku pasar cemas perseteruan KPK dan Polri memicu lemahnya kepastian hukum di Indonesia. Bagi pasar domestik, meredanya perseturan KPK dan Polri akan mengurangi kecemasan pasar, sehingga IHSG berpeluang menguat," kata Alfiansyah.

Tercatat bursa regional,di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 18,33 poin (0,07%) ke 24.891,57, indeks Bursa Nikkei naik 248,01 poin (1,42%) ke 17.717,44, dan Straits Times menguat 21,43 poin (0,64%) ke posisi 3.419,83. (bani)

Related posts