Sebagian Pelaku Pasar Tahan Transaksi - Buntut Konflik KPK dan Polri

NERACA

Jakarta – Meskipun ketegangan antar lembaga hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri, diyakini tidak akan memberikan dampak terhadap industri pasar modal. Namun kembali terkoreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa (27/1) sebesar 5,56 poin atau 0,11% ke posisi 5.254,45, menurut pengamat pasar modal Kiswoyo Adi Joe, koreksi ini tidak bisa lepas pengaruh sentiment dalam negeri sebagai buntut konflik KPK dan Polri.

Dia menilai bahwa konflik KPK dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dijadikan alasan oleh sebagian pelaku pasar saham untuk menahan transaksinya,”Sentimen KPK-Polri membuat pergerakan pasar saham di dalam negeri bergerak 'volatile' atau mudah berubah dalam kisaran tipis," ujar Kiswoyo Adi Joe yang juga Analis PT Investa Saran Mandiri di Jakarta, Selasa (27/1).

Kendati demikian, dia memperkirakan bahwa sentimen KPK-Polri hanya bersifat jangka pendek bagi pergerakan pasar saham domestik, selanjutnya investor akan mencermati laporan keuangan tahunan emiten periode 2014. Dia menuturkan, potensi IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melanjutkan peningkatan cukup terbuka, hal itu didukung ekspektasi laporan keuangan tahunan emiten masih cenderung positif.

Dirinya memproyeksikan bahwa sekitar 80% dari total perusahaan yang tercatat di BEI akan memubukukan kinerja positif atau sesuai dengan ekspektasi kalangan analis. Dalam data BEI, total perusahaan tercatat saat ini sebanyak 507 emiten,”Saat ini, baru Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang mengumumkan kinerjanya dengan membukukan peningkatan laba bersih sebesar 14,35% menjadi Rp24,2 triliun pada 2014 dibandingkan tahun sebelumnya," tuturnya.

Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan bahwa perseteruan antara KPK dengan Polri sempat membuat kepanikan di pasar saham, namun pada saat ini tensinya cenderung mereda dibandingkan sebelumnya.

Dia mengemukakan bahwa perseteruan berawal dari penetapan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK itu berbuntut dengan penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh polisi,”Awalnya, pelaku pasar cemas perseteruan KPK dan Polri memicu lemahnya kepastian hukum di Indonesia. Bagi pasar domestik, meredanya perseturan KPK dan Polri akan mengurangi kecemasan pasar, sehingga IHSG berpeluang menguat," ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur BEI Hoesen mengatakan bahwa perseteruan KPK-Polri itu tidak memengaruhi kinerja pasar modal Indonesia karena saat ini industri fokus terhadap laju perekonomian,”Pasar modal itu lebih independen, investor sudah tahu urusan politik. Dalam situasi situasi gonjang-ganjing seperti ini pasar tetap jalan,"ujar Hoesen. (bani)

BERITA TERKAIT

BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,25%

      NERACA   Jakarta - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 Juli 2018 memutuskan untuk…

BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,25% - KURS RUPIAH MELESAT HINGGA Rp 14.442 PER US$

Jakarta-Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate-7DRRR) tetap 5,25%. Sementara itu, nilai…

Anabatic dan IBM Luncurkan PocketBank - Sederhanakan Dalam Transaksi

NERACA Jakarta- Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada konsumennya, PT Anabatic Digital Raya dan IBM pada Kamis (19/7) menandatangani nota kesapahaman…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…