WIKA Bidik Kontarak Luar Negeri Rp 4 Triliun

NERACA

Jakarta –Perbesar pendapatan dari kontrak luar negeri, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tengah mengincar proyek gedung dan infrastruktur di Malaysia, Timor Leste, dan Aljazair senilai total Rp 4 triliun pada tahun ini. Perseroan bakal menggandeng perusahaan lokal di setiap negara untuk menggarap proyek tersebut.

Sekretaris Perusahaan WIKA Suradi mengatakan, perseroan berencana mengikuti tender konstruksi gedung di Kuching, Malaysia, senilai Rp 2 triliun. Proses tender akan digelar pertengahan tahun ini. Sementara itu, perseroan juga mengincar proyek serupa di Aljazair senilai Rp 1 triliun,”Kami akan bekerja sama dengan mitra lokal, dimana kami berharap dapat memiliki mayoritas kepemilikan proyek di atas 51%,” jelas Suradi di Jakarta, kemarin.

Saat ini, Wika tengah menggarap pusat pebelanjaan di Malaysia senilai Rp 177,6 miliar. Sementara itu, di Aljazair, perseroan sudah lebih dulu dipercaya sebagai subkontraktor proyek jalan tol. Suradi menjelaskan, sambil menyiapkan diri mengikuti tender pembangunan gedung di Malaysia dan Aljazair, perseroan tengah mengikuti tender konstruksi bandara baru di Timor Leste.

Nilai proyek tersebut ditaksir mencapai Rp 1 triliun,”Yang kami akan kerjakan yaitu konstruksi runway, taxiway, dan fasilitas gedung. Semoga dalam dua bulan ke depan sudah ada pengumuman hasil tender,” ungkap dia.

Selain mengincar tender di Aljazair, Malaysia, dan Timor Leste, perseroan juga memperluas jaringan kerjanya di Timur Tengah. Perseroan sedang mengurus proses pendirian kantor perwakilan di Arab Saudi.

Asal tahu saja, tahun ini, perseroan menargetkan perolehan kontrak sebesar Rp 1,1 triliun dari sejumlah proyek di luar negeri. Direktur Operasi III WIKA, Destiawan Soewardjono peranah bilang, target kontrak dari luar negeri tahun ini meningkat 33,1% dibandingkan realisasi 2014 yang sebesar Rp 735 miliar. “Kami mengerjakan proyek di luar negeri bersama mitra strategis dengan konsep joint operation (JO),”ujarnya.

Destiawan mengungkapkan, perseroan bersama mitra tengah mengikuti tender proyek senilai total Rp 5 triliun. Dari total nilai tersebut, perseroan berharap bisa mendapatkan porsi kontrak sebesar 20% tahun ini. Selain itu, perseroan membidik kontrak untuk proyek gedung perkantoran dan apartemen di Yangoon, Myanmar. Sedangkan di Timor Leste, perseroan berencana menggarap proyek infrastruktur pendukung pelabuhan dan jalan,”Sebagian besar kontrak di luar negeri masih berasal dari proyek pembangunan gedung sebesar 90%. Sisanya 10% berasal dari proyek infrastruktur,”kata Destiawan.

Dengan penambahan kontrak baru tersebut, maka kontrak di luar negeri yang dihadapi (order book) perseroan bisa mencapai Rp 1,8 triliun. Di luar negeri, WIKA masih memiliki kontrak bawaan (carry over) tahun lalu sebesar Rp 700 miliar.

Selain itu, perseroan juga memperluas jaringan kerjanya di Timur Tengah. Perseroan akan mendirikan kantor perwakilan di Arab Saudi. “Kami masih menyelesaikan beberapa proses perizinan pendirian kantor di Arab Saudi yang cukup memakan waktu,"ungkap Destiawan.

WIKA sebenarnya telah menjajaki ekspansi ke Timur Tengah termasuk Yordania sejak 2010, namun baru dilakukan berbagai persiapan tahun ini. Kantor perwakilan di Arab Saudi diharapkan segera beroperasi untuk mendukung perseroan dalam mengikuti tender proyek tahun depan. (bani)

Related posts