Sembilan AB Pasarkan Produk Derivatif

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan bahwa sebanyak sembilan perusahaan sekuritas yang terdaftar sebagai Anggota Bursa (AB) sudah mendaftar dan menyatakan minatnya untuk menjadi "liquidity provider" atau penyedia likuiditas pada perdagangan produk derivative,”Tahun ini BEI akan melakukan reaktivasi produk derivatif. Sejauh ini sudah ada sembilan AB yang mendaftar untuk ambil bagian dalam reaktivasi produk derivatif, mayoritas AB adalah perusahaan domestik,”kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Samsul Hidayat di Jakarta, kemarin.

Namun, dia mengatakan bahwa sembilan AB itu masih diuji kelayakannya untuk menjadi "liquidity provider", sebab BEI memiliki persyaratan-persyaratan yang wajib dilaksanakan bagi sekuritas yang berminat."Biasanya yang lain ikut berminat kalau sudah terlihat pasarnya ramai. Jumlah 'liquidity provider' belum tentu sembilan. Bisa kurang, bisa juga lebih," ucapnya.

Samsul Hidayat mengemukakan, saat ini Bursa memiliki beberapa produk derivatif diantaranya Kontrak Opsi Saham (KOS) dan kontrak berjangka LQ45 (LQ45 Futures). Produk derivatif benar-benar mati sejak 2008 setelah sebelumnya mulai terindikasi akan terhenti karena semakin minimnya transaksi.

Produk derivatif lahir di Bursa Efek Surabaya (BES) berupa penyediaan kontrak berjangka (future) pada 2001, kemudian Bursa Efek Jakarta (BEJ) meluncurkan Kontrak Opsi Saham pada 2002,”Saat ini, BEI mulai melakukan sosialisasi kembali dalam rangka reaktivasi produk derivatif kepada seluruh pihak terkait rencana kehadiran investasi produk turunan itu," katanya.

Dia menambahkan, "business pack" produk derivatif sudah selesai disusun sejak setahun lalu dan juga telah dilakukan berbagai inovasi dan modifikasi dalam peraturannya dan saat ini sedang dikaji ulang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (bani)

Related posts