Membuat Sebuah Mesin Penyadap Kode Enigma - The Imitation Game

Film yang satu ini menceritakan tentang masa perang dunia II beberapa tahun silam, kekuatan militer Jerman beserta teknologinya adalah yang terbaik di dunia. Dipimpin oleh diktator paling terkenal di dunia, yaitu Adolf Hitler, Jerman tanpa henti menginvasi berbagai negara, termasuk Eropa. Simbol kekuatan eropa, seperti Perancis dan Inggris pun tak berdaya dibuatnya. Bahkan, Jerman selalu bisa selangkah lebih maju dari lawan-lawannya.

Ternyata, salah satu penyebabnya adalah sebuah alat komunikasi paling canggih kala itu yang bernama Enigma. Parahnya lagi, Enigma merupakan ciptaan ilmuwan Jerman dan hanya dimiliki oleh Jerman. Kala itu, di awal tahun 1940-an, Inggris percaya, jika mereka bisa membuka dan menyadap kode Enigma, mereka dan sekutu bisa mengetahui langkah-langkah Jerman selanjutnya dan bahkan memenangkan perang.

Namun, untuk membuka dan menyadap kode Enigma itu tidaklah mudah. Untuk itulah Inggris melalui Commander Denniston (Charles Dance) membuat sebuah tim khusus dan rahasia yang diisi oleh orang-orang yang ahli dalam Matematika. Mereka adalah Alan Turing (Benedict Cumberbatch), Joan Clarke (Keira Knightley), Hugh Alexander (Matthew Goode), John Cairncross (Allen Leech), dan Peter Hilton (Matthew Beard).

Yang paling menonjol adalah Alan Turing (Benedict Cumberbatch). Ia lah yang kemudian memimpin tim tersebut untuk membuat sebuah mesin yang bisa menyadap kode Enigma. Mereka juga dibantu oleh agen MI6 bernama Stewart Menzies (Mark Strong) untuk akses data-data penting yang mereka butuhkan.

Inilah garis besar cerita yang ada di dalam film bioragrafi seorang cryptanalyst asal Inggris bernama Alan Turing yang diberi judulThe Imitation Game. Bagi Anda yang menyukai film dengan tema perang yang bercampur dengan konspirasi dan teknologi serta membuat Anda banyak berpikir, film karya Morten Tyldum ini sangatlah cocok. Intinya, film ini akan menunjukkan kepada Anda bagaimana hal di luar militer juga bisa sangat berpengaruh dalam perang.

Selain itu, yang paling menarik dari film ini, Anda akan sedikit banyak mengetahui bahwasanya alat yang dibuat oleh Alan Turing untuk menyadap dan memecahkan kode Enigma tersebut ternyata merupakan teknologi yang mendasari terciptanya komputer di masa depan. Beberapa kejadian lucu dan kisah asmara dari Alan Turing sendiri mencairkan cerita yang serius ini. Dibalik kekakuan dirinya, ternyata ia juga bisa jatuh cinta. Namun, kisah cinta yang terjadi pada Turing terbilang unik dan tak biasa di zamannya.

BERITA TERKAIT

Kemenperin Beri Bantuan Mesin Produksi 50 IKM Logam di Bogor

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan kualitas produk industri kecil dan menengah (IKM) nasional agar semakin berdaya saing…

Jokowi: RI Bersyukur Ekonomi Tumbuh 5% - PEMDA DIMINTA MEMBUAT KEBIJAKAN SELARAS DENGAN PUSAT

Jakarta-Presiden Jokowi mengatakan, situasi ekonomi dunia sekarang ini masih betul-betul pada posisi yang sangat sulit. Meski demikian, menurut Presiden, Indonesia…

Beli Mesin, LION Anggarkan Capex Rp 8 Miliar

NERACA Jakarta – Pacu peningkatan produktifitas, PT Lion Metal Works Tbk (LION) tahun ini menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar…

BERITA LAINNYA DI RESENSI FILM

Love The Coopers: Kejutan untuk Klan Cooper

Film komedi barat berjudul “Love The Coopers” ini merupakan film yang berceritakan mengenai empat generasi dari klan Cooper yang datang…

Wujudkan Impian dengan Zikir 99 Asmaul Husna

Menurut etimologi,  Asmaul Husna berasal dari kata Al Asma dan Al Husna, yang artinya nama-nama yang indah. Secara istilah Asmaul…

Pride and Prejudice and Zombies

Pride and Prejudice and Zombies adalah salah satu film horor arahan arahan sutradara Burr Steers yang rilis di awal tahun…