Lampu Pintar Terangi Jalan Solo - Bantuan Perusahaan Korsel

NERACA

Gerakan penghematan energi secara konsisten telah dilakukan di neagara-negara ASEAN, khususnya Indonesia dimana setiap individu maupun lembaga sudah memiliki komitmen untuk melakukan penghematan pada penggunaan listrik.

Berangkat dari tekad untuk berkontribusi kepada dunia melalui bisnis yang ramah lingkungan dan berfokus pada produk hemat energi, perusahaan asal Korea Selatan menawarkan pemasangan penerangan jalan umum pintar atau "smart street lighting" kepada Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah.

"Kemarin perwakilan produsen lampu asal Korsel menawari pengalihan sistem PJU tersebut, dan mereka juga menawarkan bantuan pemasangan PJU di 300 titik. Jumlahnya sekitar 500 lampu dengan sistem "Light Emitting Diode" (LED) yang hemat energi," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo

Produklampu hemat energimenjadi salah satu langkah nyata untuk mengurangi penggunaan daya listrik, sehinggadunia akan mampu menghemat biaya sekaligus mengurangi emisi CO2 yang memicu perubahan iklim dan pemanasan global.

Rencananya lampu yang diklaim berteknologi tinggi akan dipasang di berbagai ruas jalan, termasuk di balai kota. Jika kualitas dan hasilnya bagus, tidak menutup kemungkinan Pemerintah Kota Solo akan melanjutkan kerja sama dengan Korea Selatan dalam hal lain.

"Pada tahap awal akan kami pasang di balai kota dulu. Nanti kalau hasilnya bagus kita lanjutkan kerja samanya," ujar Rudy

Dikatakan dengan pemasangan lampu tersebut bisa menjadi proyek percontohan penghematan energi listrik di Solo. Apalagi, sejak dimulai pada 2013, Pemkot Surakarta sudah memasang lampu PJU pintar bantuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta produsen asal Belanda.

Dari ribuan titik PJU di Solo, sambung Rudy, baru separuhnya yang menerapkan PJU pintar hemat energi. Sedangkan sisanya, masih menggunakan bola lampu konvensional yang lebih boros.

"Agar lebih hemat, perlu adanya penggantian menggunakan PJU pintar dengan lampu hemat energi," pungkas dia

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkot Surakarta, Hasta Gunawan menambahkan, teknologi yang disematkan dalam PJU pintar tersebut bisa menurunkan pemakaian daya listrik secara otomatis.

"Tinggal disetel, misalnya pemakaian daya listrik diturunkan sampai 50% setelah pukul 23.00. Asumsinya, pada waktu tersebut jumlah kendaraan di jalan raya sudah mulai berkurang," kata dia

Related posts