PTSP Diklaim Mampu Dongkrak Ekonomi

NERACA

Jakarta - Pemerintah baru saja meresemikan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), dengan diresmikannya ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin optimistis bahwa PTSP nantinya bakal membawa pertumbuhan ekonomi lebih baik, dengan begitu target pertumbuhan ekonomi dalam tiga tahun ke depan yang sebesar 7 persen akan tercapai.

"Layani sebaik-baiknya, kita harapkan perkembangan investasi yang masuk ke Indonesia, agar pertumbuhan ekonomi kita sesuai target tiga tahun lebih dari 7 persen," kata Jokowi Jakarta, Senin (26/1).

Menurut Jokowi, di saat banyak negara di dunia yang menurunkan tingkat pertumbuhan ekonominya, tetapi Indonesia meningkatkan target pertumbuhan ekonominya.

Ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang hanya 5,1 persen pada 2014, namun pada tahun ini pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,6 persen hingga 5,8 persen tahun ini.

"Sehingga setiap tahun target kita harus naik. Kuncinya adalah realisasi APBN dan perkembangan investasi yang ada di negara kita," sebut Jokowi.

Menurutnya, dengan diresmikannya PTSP akan meningkatkan daya saing (doing business) Indonesia dan diharapkan peringkat perekonomian Indonesia akan semakin baik dari tahun ke tahun."Ini baru langkah awal mengumpulkan semua perizinan menjadi satu kantor.

Kita harap kementerian yang ada tidak ego sektoral lagi, tapi saling membantu untuk memberikan pelayanan lebih baik lagi," tukasnya.

Hal sama juga diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, mengatakan pemerintah telah resmi membuka layanan perizinan satu pintu atau yang biasa disebut dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Maka dengan dibukanya layanan ini dipastikan nanti akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Dibukanya PTSP maka akan menarik banyak investasi yang masuk. Dengan investasi itu, maka akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Meski lanjut dia, ditengah membaiknya ekonomi global, tentu akan ada gejolak eksternal, tapi kalau kita kuat di dalam paling turun-turun 6 persen. Kalau dua-duanya bagus bisa tumbuh 8 persen. "Kondisi global memang sangat berpengaruh terhadap investasi, tapi jika kita kuat, dengan memberikan kemudahan-kemudan dan secara hitingan masih menguntungkan investor tidak akan lari," imbuhnya.

Andrinof optimis, pertumbuhan ekonomi Indonesia nantinya akan seperti China dan India yang pernah beberapa tahun lalu berhasil menembus 7 persen.

"Kita optimistis, modalnya itu di pasar atau konsumen, sumber daya alam cukup. Tinggal tata kelola pemerintah dengan strategis fiskal yang masuk dan keluar, bagaimana tepat anggaran belanja secara optimal, efisien," ucapnya.

Untuk itu, guna mencapai pertumbuhan sebesar 8 persen tersebut dibutuhkan waktu selama tiga tahun. "Optimis bisa, kan Indonesia negara besar, dengan jumlah penduduk besar, dengan status mendekati negara berpenghasilan menengah. Itu berpeluang menaikkan pertumbuhan ekonomi," tandasnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi hari ini meresmikan PTSP atau One Stop Service di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). PTSP akhirnya diresmikan setelah dilakukan uji coba sejak 15 Januari 2015.

Sementara itu, pada kesempatan sebelumnya, pengamat ekonomi UI Muslimin Anwar mengatakan Investasi di daerah masih mengalami hambatan terkait perizinan yang mudah dan cepat. Oleh karenanya, pemerintah diminta segera menyediakan dukungan kebijakan dan regulasi untuk meningkatkan iklim investasi di daerah.

Menurutnya, bentuk dukungan kebijakan tersebut, antara lain, percepatan penyederhanaan perizinan investasi dan peningkatan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) yang terintegrasi secara nasional. Juga, menyediakan insentif untuk mendorong peningkatan investasi misalnya melalui penerapan kebijakan struktural.

Ini berupa pemberian insetif bagi investasi langsung bagi investor yang melakukan reinvestasi pendapatan. “Yang terpenting terus memperkuat upaya pencegahan korupsi baik di pusat maupun daerah,” kata Muslimin. [agus]

BERITA TERKAIT

Para Santri Dilatih Kerajinan Bambu dan Budidaya Lele - Membangun Kemandirian Ekonomi Pesantren

Tidak hanya dituntut mahir dalam ilmu agama dan soleh dalam berahlaq, para santri zaman now juga dituntut melek digital dan…

BTN Optimis Bisa Dongkrak Fee Base Income - Akusisi Manajer Investasi

NERACA Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) optimis dengan mengambil alih anak usaha perusahaan manajemen investasi bakal…

Ekonomi Banten Triwulan I-2018 Tumbuh 5,95 Persen

Ekonomi Banten Triwulan I-2018 Tumbuh 5,95 Persen  NERACA Serang - Perekonomian Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) pada triwulan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Produk Fashion Paling Banyak Diburu - Riset Snapcart Saat Ramadan

    NERACA   Jakarta - Ramadan merupakan bulan berbelanja online paling tinggi dalam budaya masyarakat Indonesia. Untuk mengetahui tren…

Kementerian ESDM Terbitkan Aturan Energi Panas Bumi

  NERACA Jakarta –  Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral menerbitkan dua regulasi…

Pemerintah Ajak Swasta Kembangkan Kereta Api

  NERACA Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah mengajak swasta untuk bersama mengembangkan transportasi kereta api sebagai…