CVC Capital Raup Dana Segar Rp 3,67 Triliun - Lepas 8% Saham Matahari Dept Store

NERACA

Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri dan daya beli masyarakat yang terus tumbuh, menjadi landasan bagi PT Matahari Departemen Store Tbk (LPPF) untuk terus ekspansi dengan menambah gerai baru di beberapa kota besar. Belum lama ini, di penghujung tahun 2014, perseroan membuka gerai ke-131 di Sentral Pasar Raya (SPR) Plaza, Padang, Sumatera Barat.

Namun dibalik aksi korporasi tersebut, rupanya tidak membuat sebagian pemegang saham untuk betah menahan memiliki saham perseroan. Pasalnya, CVC Capital Partners menjual 8% saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Perusahaan investasi itu meraup Rp 3,67 triliun dari aksi korporasi tersebut. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, transaksi penjualan saham itu dilakukan di pasar negosiasi oleh broker UBS Securities (AK). Sebanyak 238,6 juta lembar saham Matahari dijual melalui transaksi tutup sendiri (crossing) saham di harga Rp 15.400 per lembar. Seperti dikutip dari Reuters, harga eksekusi itu diskon 5% dari harga saham Matahari pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 16.200 per lembar.

Pada penutupan perdagangan Senin awal pekan, harga saham LPPF turun 600 poin (3,7%) ke level Rp 15.600 per lembar. Jika mengacu kepada data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), data pemegang saham Matahari Department yang tercatat adalah Asia Color Company Limited pegang 14,18%, PT Multipolar Tbk (MLPL) kuasai 20,48% saham, sisanya 65,35% saham oleh publik.

Di kuartal tiga 2014, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) berhasil meningkatkan laba bersih 27,7% menjadi Rp 1,06 triliun jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya,”Kami terus melihat menguatnya pertumbuhan permintaan dari segmen menengah yang menjadi target pelanggan kami. Usaha berkelanjutan yang kami lakukan untuk terus menyediakan produk yang fashionable dengan nilai lebih dengan suasana belanja yang menarik, nyaman, dan berorientasi kepada pelanggan, mendapatkan reaksi yang positif dari pelanggan,”kata CEO dan Vice President Director LPFF, Michael Remsen.

Sedangkan, pendapatan bersih naik 18,2% menjadi sebesar Rp 6.03 triliun. Pencapaian SSSG sebesar 11,3% di sembilan bulan tahun ini didukung oleh tetap tingginya permintaan dari segmen kelas menengah yang merupakan target pasar perseroan. Adapun, penjualan kotor tercatat sebesar Rp 10,98 triliun atau 14,0% lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2013. (bani)

BERITA TERKAIT

Gihon Telekomunikasi Serap 80% Dana IPO

Sejak resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal beberapa bulan lalu, PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) telah menggunakan lebih dari…

Kalsel Diminta Manfaatkan Dana Bergulir LPDB-KUMKM

Kalsel Diminta Manfaatkan Dana Bergulir LPDB-KUMKM NERACA Banjarmasin - Meski jumlah koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di…

Tak Ikut Danai Akuisisi Saham Freeport, Kemana Peran Bank BUMN?

Oleh: Rezkiana Nisaputra Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) sudah memastikan, bahwa empat bank pelat merah tidak akan ikut membiayai proses…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…