Masih Ada Ruang IHSG Kembali Menguat

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 63,86 poin atau 1,20% ke level 5.260,02. Perburuan aksi jual investor yang memanfaatkan penguatan IHSG yang tinggi menjadi pemicu melemahnya indeks BEI.

Analis Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, mengawali perdagangan saham pada awal pekan ini indeks BEI mengalami koreksi namun masih dalam fluktuasi yang stabil, yang terlihat dari posisi penutupan perdagangan masih di atas level batas bawah (support) di 5.250 poin,”Indeks BEI sempat terkoreksi hingga sekitar 2%, namun menjelang penutupan tekanannya mulai berkurang, hal ini menunjukkan bahwa kekuatan naik IHSG belum berubah, potensi melanjutkan kenaikan masih cukup besar menuju target batas atas 5.348 poin," katanya di Jakarta, Senin (26/1).

Dia menambahkan, pelaku pasar asing yang masih masuk ke pasar saham dengan melakukan aksi beli juga menjadi salah satu faktor penahan tekanan indeks BEI lebih dalam, situasi itu menandakan belum ada hal yang perlu dikhawatirkan terhadap industri pasar modal Indonesia,”Pelaku pasar dapat memanfaatkan peluang konsolidasi sehat ini untuk melakukan akumulasi pembelian," ujarnya.

Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, secara teknikal koreksi saat ini untuk meredakan keadaan jenuh beli pada saham-saham di dalam negeri sehingga potensi IHSG untuk bergerak kembali menguat akan terbuka,”Potensi indeks BEI melaju lagi dalam jangka menengah menuju 5.385 dapat terlihat,”paparnya.

Oleh karena itu, dirinya menyakini, pada perdagangan berikutnya indeks BEI bakal balik arah menguat. Pada perdagangan Senin, kemarin, nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp11,40 triliun dengan 6,89 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing Rp878,56 miliar. Tercatat 66 saham naik, 257 saham melemah dan 78 saham stagnan.

Sektor saham semuanya melemah. Sektor dengan kejatuhan tertinggi adalah konsumer yang anjlok 2,26%, diikuti infrastruktur yang terkoreksi 1,86%. Adapun saham yang menguat, di antaranya PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) naik Rp15 menjadi Rp3.425, PT Bank Danamon Tbk (BDMN) menguat Rp25 menjadi Rp5.025, dan PT Star Pacific Tbk (LPGI) naik Rp250 menjadi Rp4.750.

Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp750 menjadi Rp24.025, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun Rp100 menjadi Rp4.885, dan PT Astra International Tbk (ASII) susut Rp175 menjadi Rp7.900. Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 59,45 poin (0,24 persen) ke 24.909,90, indeks Bursa Nikkei turun 43,23 poin (0,25 persen) ke 17.468,52, dan Straits Times melemah 12,98 poin (0,38 persen) ke posisi 3.398,52.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup anjlok 101,123 poin (1,90%) ke level 5.222,762. Sementara Indeks LQ45 jatuh 21,921 poin (2,37%) ke level 904,603. Semua saham-saham yang pekan lalu menguat kini jadi sasaran aksi jual. Akhirnya seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun terjatuh ke zona merah.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 149.379 kali dengan volume 3,268 miliar lembar saham senilai Rp 7,816 triliun. Sebanyak 41 saham naik, 232 turun, dan 69 saham stagnan. Volume dan nilai perdagangan naik tinggi akibat transaksi tutup sendiri saham PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) senilai Rp 3,7 triliun di pasar negosiasi. Transaksi ini difasilitasi broker UBS Securities (AK).

Hanya pasar saham Tiongkok yang masih bertahan di zona hijau, bursa-bursa regional lainnya jatuh ke teritori negatif gara-gara aksi ambil untung. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 250 ke Rp 4.750, United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 18.125, SMART (SMAR) naik Rp 225 ke Rp 6.800, dan Matahari Putra Prima (MPPA) naik Rp 80 ke Rp 3.490.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.650 ke Rp 24.550, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.225 ke Rp 57.225, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 825 ke Rp 13.975, dan Mayora (MYOR) turun Rp 775 ke Rp 24.000.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka turun 21,24 poin atau 0,40% menjadi 5.302,63 dan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak melemah 5,37 poin (0,58%) menjadi 921,14,”IHSG BEI bergerak melemah setelah menembus level tertinggi pada akhir pekan lalu (Jumat, 23/1), seperti biasanya, tembusnya level tertinggi baru akan membuat sebagian pelaku pasar mengambil posisi ambil untung," kata Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Di sisi lain, lanjut dia, kondisi bursa saham di kawasan Asia juga bergerak dalam area pelemahan, situasi itu menambah sentimen negatif bag bursa saham di dalam negeri sehingga indeks BEI mengalami tekanan.

Kendati demikian, menurut dia, sentimen dari dalam negeri diperkirakan dapat menahan sentimen eksternal sehingga IHSG BEI tidak tertekan lebih dalam. Target pertumbuhan ekonomi Indonesia dan rencana suntikan modal pemerintah kepada beberapa BUMN akan menjadi sentimen positif bagi IHSG BEI. Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 6,11 poin (0,02%) ke 24.844,34, indeks Bursa Nikkei turun 110,91 poin (0,63%) ke 17.400,06, dan Straits Times melemah 14,05 poin (0,42%) ke posisi 3.397,88. (bani)

Related posts