PP Properti Incar Penjualan Rp 2,33 Triliun

NERACA

Jakarta –Masih menggeliatnya industri properti dalam negeri, menjadi potensi pasar yang menjanjikan bagi anak perusahaan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), PT PP Properti. Oleh karena itu, tahun ini perseroan mengincar target penjualan sebesar Rp2,33 triliun dan laba kotor Rp503 miliar pada tahun 2015 ini.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (26/1), Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo menuturkan, angka tersebut melonjak 240% dari laba kotor tahun lalu yang sebsar Rp145 miliar. Tahun 2014 lalu, PP Properti berhasil membukukan penjualan dikisaran Rp1,4 triliun atau melebihi target sebesar Rp1,1 triliun.

Dia menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, pihaknya memiliki beberapa strategi. Pihaknya akan meluncurkan dua tower baru, yaitu proyek central business district Grand Kamala Lagoon (GKL) yang berlokasi di Kalimalang dan superblock Grand Sungkono Lagoon (GSL) di Surabaya. Setelah itu, dalam waktu dekat akan dilaksanakan peluncuran produk baru, antara lain The Ayoma Apartment yang berlokasi di Serpong, The North East Square di Surabaya dan Apartemen Payon Amartha di Semarang.

Saat ini, proyek GKL sedang melakukan pembangunan jembatan penghubung dari jalan Kalimalang yang akan digunakan sebagai akses utama menuju GKL dan kawasan lain disekitarnya. Progres pembangunan jembatan dan struktur tower I ini telah mencapai 80%. Sedangkan, pembangunan struktur GSL tower I telah mencapai fisik 84%.

Sementara itu, pembangunan Apartemen Pavillion Permata (APP) I telah selesai dan akan proses serah terima unit kepada pembeli pada April 2015. Selain itu, guna mendukung peningkatan laba perusahaan, beberapa aksi korporasi akan dilakukan PP Properti, antara lain penawaran umum perdana saham (IPO) bulan Mei tahun ini,”Saat ini, PP Properti telah menunjuk berbagai lembaga penunjang untuk mendukung proses IPO tersebut,”kata Bambang.

Direktur Operasional PTPP Properti, Galih Saksono pernah bilang, perseroan bakal melepas saham ke public sebanyak 30% dan target dana yang diperoleh sebesar Rp1,5 triliun. Namun perseroan masih merundingkan penggunaan dana IPO tersebut,”Untuk apanya dana IPO ini masih dalam godok. Kita akan koordinasi dengan pemegang saham, tapi yang pasti untuk meningkatkan bisnis," ujarnya.

Menurut Direktur Pengembangan Bisnis PTPP, Harry Nugroho, dengan go public PTPP Properti bisa meningkatkan optimalisasi asset, meningkatkan kualitas pengembangan properti dan tentunya membuka struktur permodalan. Belum lama ini, PTPP Properti tengah menggarap pembangunan gedung bersama PT Jamsostek senilai Rp 200 miliar.

Disebutkan, dari beberapa proyek besar yang tengah di kerjakan, diantaranya, Grand Kamala Lagoon, Bekasi yang membutuhkan investasi Rp 11 triliun, Grand Sungkono Lagoon Surabaya sebesar Rp 5 triliun, proyek apartemen Gunung Putri, Bogor Rp 750 miliar dan beberapa proyek lainnya, PP Properti mengincar penjualan properti rata-rata Rp 1,9 triliun per tahun. Sehingga dalam 10 tahun ke depan kontribusi laba ke induk perusahaan sangat signifikan sebesar 20% - 25%. (Bani)

Related posts