Sasar Masyarakat Kecil, Jiwasraya Targetkan Premi Rp10 Triliun

NERACA

Pentingnya berasuransi tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah atas, tetapi juga masyarakat kelas bawah. Artinya, asuransi tidak selamanya harus mahal atau dimonopoli kelas atas dan sulit di jangkau masyarakat kelas bawah.

Dalam hal ini, asuransi mikro dapat menjadi penolong utama bagi para keluarga berpenghasilan rendah. Pasalnya asuransi mikro memiliki potensi sebagai salah satu cara untuk melindungi masyarakat miskin dan membawa Indonesia lebih dekat mencapai inklusi keuangan.

Ya, kejadian-kejadian tak terduga dalam hidup seperti jatuh sakit, kecelakaan, atau kematian, memiliki dampak besar bagi siapapun, namun dampak dari kejadian-kejadian tersebut jauh lebih terasa bagi rumah tangga berpendapatan rendah. Maka dari itu, sangat penting halnya bagi keluarga miskin untuk dapat mendukung diri mereka sendiri dan memitigasi risiko-risiko tersebut, tanpa beban keuangan tambahan.

Begitu pentingnya asuransi mikro untuk menopang masyarakat kelas bawah, menggugah perusahaan asuransi milik negara PT Asuransi Jiwasraya (Persero) untuk menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.

"Sasaran kami masyarakat penghasilan rendah seperti petani, nelayan, tukang, buruh harian, dan sebagainya," ujar Direktur Utama Jiwasraya, Hendrisman Rahim

Menurut Hendrisman, tantangan terbesar Jiwasraya adalah rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat asuransi. Maka dari itu, upaya sosialisasi mengenai manfaat asuransi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan.

Untuk melakukan penetrasi kepada target pasar asuransi mikro, Jiwasraya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang memiliki akses yang luas untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Perusahaan menjual produk asuransinya tersebut di kantor-kantor cabangnya dan juga bank beserta pegadaian.

“2015, kami menargetkan premi sebesar Rp10 triliun pada 2015, naik dibanding 2014 dengan total premi Rp7 triliun. Kami sudah menambah jumlah kantor cabang di banyak tempat, mengoptimalkan kantor hingga menambah agen," ujar dia.

Dengan premi yang murah atau Rp50 ribu per tahun, Hendri mengharap masyarakat dengan penghasilan tak menentu bisa mendapatkan manfaat asuransi.

"Manfaatnya banyak seperti memberi perlindungan kepada masyarakat terutama masyarakat menengah ke bawah yang belum terlindungi asuransi," kata dia.

Badan Usaha Milik Negara yang didirikan pada 31 Desember 1859 dengan nama Nederlansche Indische Levenverzekering en Lijvrente Maatschappij dan merupakan perusahaan asuransijiwa pertama yang didirikan di Indonesia ini memiliki logo baru yang menampilkan visualisasi dua pohon yang menyerupai dua hati. Logo tersebut bermakna perlindungan bagi para nasabah di masa depan.

Related posts