Sinergitas Dunia Usaha dan Perguruan Tinggi - Program Magang

NERACA

Perguruan tinggi memegang peranan penting dalam menciptakan kualitas lulusan yang baik serta ilmu dan keahliannya bisa dipergunakan di dunia usaha. Untuk itu, perguruan tinggi dan pengusaha harus saling bersinergi dan membuka komunikasi mengenai keahlian apa saja yang diinginkan dunia usaha.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengatakan, Perguruan tinggi dan pengusaha harus bersinergi dalam mencetak lulusan sehingga menjadi angkatan kerja berkualitas, sesuai kebutuhan pasar, dan jangan lagi terobsesi menjadi pegawai negeri sipil.

"Perlu diingat pemerintah dalam lima tahun lagi tak melakukan penerimaan pegawai negeri sipil, kecuali untuk guru dan dokter. Kalau lulusan perguruan tinggi masih mengandalkan jadi PNS maka akan terjadi ledakan pengangguran. Apalagi akhir tahun ini kita menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang tentunya akan membutuhkan tenaga kerja berkualitas dan efisiensi," kata Jusuf Kalla, di Jakarta belum lama ini

Menurut Jusuf Kalla, sinergi antara perusahaan dengan kampus sebagai penghasil calon tenaga kerja ibarat biro jodoh yang membuka pendaftaran untuk perjodohan. "Kalau perusahaan cocok (dengan kinerja mahasiswa magang), bisa langsung dijadikan karyawan," kata dia berseloroh.

Sebagai pengusaha sukses, Jusuf Kalla mengingatkan, pengusaha tidak akan mungkin bisa menciptakan suatu teknologi yang baik apabila perguruan tinggi tidak mampu menciptakan lulusan berkualitas.

"Kita butuh teknologi dan untuk menciptakan teknologi butuh pendidikan," ujar wapres usai penandatanganan naskah kerja sama antara Kemenristek dan Dikti dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta Apindo dengan Forum Rektor Indonesia, di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Apindo, Hariyadi B Sukamdani menuturkan, salah satu kesulitan yang dihadapi pengusaha selama ini adalah ketiadaan lulusn perguruan tinggi yang memiliki keahlian yang diharapkan, akibat tidak diberikan keahlian selama kuliah.

"Kita sering mendapat kesulitan mencari lulusan yang siap pakai dan memiliki keahlian yang dibutuhkan," kata dia.

Maka dari itu, sambung dia, cara paling efektif untuk menjadikan lulusan perguruan tinggi siap kerja adalah dengan mengenalkan dunia usaha sejak mahasiswa saat masih kuliah melalui program magang.

Menurut Hariyadi, program magang besar-besaran tersebut bisa menjadi win-win solution bagi dunia usaha maupun dunia kampus. Dunia usaha akan diuntungkan dengan tersedianya tenaga kerja siap pakai, adapun kampus diuntungkan karena lulusannya memiliki akses langsung ke dunia kerja. Karena itu, kampus diminta untuk segera mensosialisasikan program ini.

"Target kami, enam bulan ke depan program ini sudah bisa dimulai," kata Hariyadi

Dikatakan kerjasama yang bertujuan meningkatkan sinergi antara dunia usaha dengan perguruan tinggi melalui peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia itu, memiliki ruang lingkup kejasama yang melingkupi pemagangan kerja bagi mahasiswa di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, perkebunan, hingga jasa, serta lulusannya untuk bidang keilmuan yang relevan, penelitian, dan pemanfaatan hasil penelitian.

Related posts