PGN Gandeng Encona Consortium - Bangun Pipa Kalija Tahap I

NERACA

Jakarta - Anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yaitu PT PGAS Solution menandatangani perjanjian dengan Encona Consortium-TL Offshore pada 20 Januari 2015. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Heri Yusup, kerja sama itu berkaitan dengan pekerjaan pemasangan pipa offshore dan onshore jaringan pipa transmisi gas bumi Kalija tahap I Ruas Kepodang-Tambak Lorok,”Penandatanganan perjanjian itu dimaksudkan untuk merealisasikan rencana pembangunan pipa transmisi Kalija tahap I (Ruas Kepodang-Tambak Lorok) sepanjang 200 KM," ujarnya.

Dengan pengerjaan itu, mendukung kebijakan pemerintah untuk memanfaatkan gas bumi bagi kebutuhan energi dalam energi terutama sektor kelistrikan. Pada sesi pertama perdagangan saham akhir pekan kemarin, saham PGN berada di kisaran Rp 5.375 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 2.872 kali dengan nilai transaksi harian saham Rp 126 miliar.

Menurut Direktur Quant Kapital Investama, Hans Kwee, PGN di proyeksikan mampu membukukan pendapatan tahun ini sebesar US$ 3,84 miliar atau setara Rp48 triliun (Rp12.500/USD). Disebutkan, pendapatan perseroan meningkat 12,8% dibandingkan proyeksi pendapatan tahun lalu yang diperkirakan sebesar US$ 3,41 miliar,”Pendapatan PGAS tahun 2015, kami prediksikan akan naik sekitar 12,8% dibandingkan tahun 2014, sedangkan untuk EPS-nya kami prediksi tetap di 0,04 karena masih sulitnya mendapatakan pasokan gas untuk perseroan di tahun ini,”ujarnya.

Seiring dengan naiknya pendapatan, EBITDA PGAS sepanjang tahun ini juga diperkirakan tumbuh 10,2% menjadi US$ 1,26 miliar dibandingkan proyeksi tahun lalu US$ 1,14 miliar. Sementara untuk laba bersih perseroan diperkirakan tembus US$ 840,99 juta atau meningkat 8,3% dari proyeksi hingga akhir Desember 2014 sebesar US$ 776,83 juta.

Menurut Hans Kwee, harga jual gas milik PGAS masih jauh lebih murah dibandingkan harga jual gas elpiji Pertamina, sehingga gas milik PGAS banyak diminati oleh kalangan rumah tangga,”Hanya saja tidak bisa menjangkau semua kalangan, tergantung pada lokasi di mana pipa milik PGAS berada," tandasnya.

Saat ini, selain membangun pipa transmisi gas bumi Kalija I, perseroan juga berencana membangun proyek pipa gas dari Madura ke Jawa Timur untuk menghubungkan sumber gas dari Santos di Madura ke pelanggan gas di Jawa Timur. Tahun ini, PT Perusahaan Gas Negara Tbk menganggarkan belanja modal sepanjang tahun 2015 sebesar US$ 800 juta.

Direktur Keuangan PGN, Riza Pahlevi pernah bilang, nantinya dana capex sepanjang tahun ini untuk membangun jaringan infrastruktur gas rumah tangga,”Dana capex sepanjang tahun ini diperoleh dari kas internal perseroan, di mana perseroan belum ada niat untuk mengambil dari pinjaman perbankan,”ujarnya.

Anggaran capex tahun ini lebih rendah atau turun 36% jika dibandingkan di tahun sebelumnya mencapai US$ 1,25 miliar. Dijelaskan Riza, capex tahun lalu lebih besar, lantaran membangun infrastruktur gas bumi yang terintegrasi seperti pengembangan bisnis di sektor liquefied natural gas (LNG) dan melakukan sejumlah akuisisi blok migas. (bani)

Related posts