Untar Gelar Pelatihan Dosen Bertaraf Internasional - Menghasilkan SDM Berkualitas dan Inovatif

Menghadapi MEA yang akan dilaksanakan Desember 2015 mendatang, perguruan tinggi harus bisa mempersiapkan dosen yang menjadi garda terdepan dalam proses pembentukan SDM berkualitas

NERACA

Universitas Tarumanagara (Untar) menggelar kegiatan bertajuk “Development Program for Junior Academic Faculty” 2015, sebuah program pengembangan bertaraf internasional yang berlangsung selama satu bulan. Pelatihan angkatan pertama ini diikuti 20 dosen tetap dan dibuka Rektor Universitas Tarumanagara Prof. Ir. Roesdiman Soegiarso, M.Sc., Ph.D. di Kampus Untar, Selasa 13 Januari lalu.

Rektor Untar Prof. Ir. Roesdiman Soegiarso, M.Sc., Ph.D., menuturkan, Untar memiliki komitmen untuk terus berperan penting di dalam perkembangan pendidikan di Indonesia.

“Untuk itu kami senantiasa memperbaiki kualitas seluruh unsur terkait, terutama para dosen kami,” ujar dia

Roesdiman mengatakan, tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kualitas dosen dalam hal pengajaran, penulisan makalah ilmiah, perencanaan pelatihan, pembuatan proposal penelitian dan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris serta dapat menghasilkan para tenaga pengajar yang berwawasan luas dan inovatif.

Pelatihan akan diberikan oleh Dr. Chong Chee Leong dari Singapura, yang telah berpengalaman lebih dari dua dekade di bidang program pengembangan SDM. Dr.Chong berpengalaman dalam mengidentifikasi kebutuhan pelatihan berbagai disiplin ilmu dan sektor ekonomi, pengembangan kurikulum, pengaturan struktur program serta penilaian yang tepat untuk memastikan hasil pembelajaran terpenuhi dalam sebuah institusi pendidikan. Pelatihan akan berlangsung berkala selama 96 jam,mencakup 18 pelatihan dan 14 praktikum. Seluruh kegiatan menggunakan bahasa Inggris.

“Hal ini merupakan rangkaian dari strategi kami untuk dapat bersaing di dunia pendidikan kancah internasional dan siap menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini,” tambah Rektor.

Hadapi MEA

Generasi muda memegang peranan penting dalam kemajuan perekonomian sebuah negara. Sebagai negara yang memiliki 1,8 miliar pemuda berpotensi sebagai generasi pembentuk dan pemimpin masa depan yang memberikan perubahan terhadap dunia, sudah seharusnya Indonesia melakukan investasi yang lebih dan memberdayakan sumber daya generasi muda guna mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial masa depan.

Salah satu bentuk investasi yang dapat dilakukan adalah membekali generasi muda adalah dengan pendidikan berkualitas tinggi yang relevan. Sumber daya manusia yang berpendidikan serta memiliki keahlian yang memadai merupakan hal krusial untuk ekonomi berbasis inovasi. Ditambah lagi, dalam waktu dekat Indonesia akan memasuki zona persaingan bebas, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Ya, dengan pasar yang terdiri dari lebih dari 600 juta konsumen dengan produk domestik bruto gabungan senilai US$ 3 triliun, Masyarakat Ekonomi ASEAN dinilai sebagai salah satu pasar yang kompetitif. Dengan pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN, tenaga kerja di Indonesia akan menghadapi bursa tenaga kerja yang lebih liberal.

Menurut Dr Chong, Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan jumlah SDM yang cukup tinggi, memiliki peluang untuk mengisi lapangan kerja. Jika SDM-nya dipersiapkan dengan baik maka tidak akan kalah SDM-nya dengan negara lain.

“Banyak orang Indonesia di Singapura, mereka tidak kalah dengan dengan yang lain,” ujar dia.

Sementara itu, Roesdiman menambahkan, ke depannya Untar akan terus melaksanakan kegiatan pengembangan SDM pelatihan berkala secara konsisten untuk meningkatkan sumber daya manusia yang dimiliki.

Untar telah melakukan berbagai macam kegiatan dan pelatihan yang melibatkan pihak internasional, salah satunya pada bulan November 2014, Untar menyelenggarakan konferensi berskala internasional The International Conference On Entrepreneurship And Business Management (ICEBM) bertajuk Entrepreneurial Innovation and Business Sustainability. di Eastin Hotel, Penang, Malaysia. Acara ini diadakan hasil kerjasama antara empat lembaga: Universitas Tarumanagara (Indonesia), Universitas Sains Malaysia (Malaysia), National Creativity Network (Amerika Serikat), dan Universitas Ciputra (Indonesia).

Related posts