Reksa Dana Mawar Diklaim Kompetitif - Danareksa Gandeng BCA

NERACA

Jakarta – Hingga akhir Desember 2014, dana kelola atau asset under management (AUM) reksa dana Danareksa Mawar Konsumer 10 mencapai lebih dari Rp1,5 triliun sejak diluncurkan pada 16 Februari 2011. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur Utama Danareksa Investment Management (DIM), Prihatmo Hari Mulyanto mengatakan,‎ kinerja selama 2014 dari reksa dana Danareksa Mawar Konsumer 10 pun tak kalah kompetitif dengan membukukan 26,83% dibandingkan kinerja IHSG pada periode yang sama sebesar 22,29%,”Hal ini membuktikan bahwa reksa dana Danareksa Mawar Konsumer 10 sudah semakin menunjukkan kinerja kuat di pasar Reksa Dana Indonesia," ujarnya.

Maka untuk memacu dana kelola lebih besar lagi dan memasarkan lebih luas produk reksa dana Danareksa Mawar Konsumer 10, perseroan menjalin kerjasama dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Menurut Prihatmo, produk ini diyakini bakal diserap pasar karena pertimbangan potensi pertumbuhan sektor konsumsi di Indonesia masih sangat baik.

Selain itu, kondisi ini juga ditopang karena pertumbuhan kelas menengah yang cukup tinggi, sektor konsumsi di Indonesia juga menyumbang dua pertiga dari pendapatan domestik bruto (PDB) sehingga dapat dikatakan bahwa sektor konsumsi masih sangat menjanjikan ke depan.

Lanjut Prihatmo, pengelolaan portofolio reksa dana Mawar Konsumer 10 itu dilakukan berdasarkan pendekatan "top-down" dan analisa fundamental bagi setiap emiten, khususnya yang aktif maupun yang terkait di sektor konsumsi, sehingga menghasilkan informasi yang valid terkait prospek bisnisnya di jangka panjang,”Strategi pengelolaan portofolio itu mampu membuktikan bahwa di tengah pergerakan pasar yang fluktuatif reksa dana Mawar Konsumer 10 tetap memberikan 'return' yang kompetitif," katanya.

Menurut dia, reksa dana Mawar konsumer 10 dapat menjadi alternatif investasi yang tepat bagi investor yang memiliki horison investasi jangka panjang. Sementara Kepala Divisi Individual Customer Business Development BCA, Herwandi Kuswanto menuturkan, pihaknya yakin kerjasama penjualan produk reksa dana akan memberi alternatif investasi yang menarik bagi nasabah solitaire maupun prioritas BCA,”Kerjasama ini juga nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja bisnis kedua belah pihak,”jelasnya.

Sebagai informasi, Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Denny R Taher pernah mengungkapkan, saat ini masih ditemukan Manajer Investasi (MI) yang mengeluhkan terkait lisensi kerja sama ke perbankan.

Dijelaskannya, hal ini disebabkan masalah linsensi tersebut, maka masih sedikit manajer investasi yang mendistribusikan produknya melalui perbankan,”Masih punya kendala license untuk manajemen investasi. Ada 74 manajemen investasi, sebanyak 90% penyaluran tidak bisa kerja sama dengan perbankan. Pada saat ini tidak sampai 10 yang kerja sama,”ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya mengapresiasi peraturan OJK yang diterbitkan pada tahun lalu, yang mempermudah manajer investasi untuk memasarkan produknya."Untuk yang belum bekerja sama dengan bank, dengan peraturan tanggal 29 Desember lalu, permudah penyaluran distribusi. Bagi manajer investasi besar atau yang belum kerja sama. Dengan aturan baru bisa banyak lagi jalur distribusi," pungkasnya. (bani)

Related posts