Indoritel Sisakan Rights Issue Rp 233,98 Miliar

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) masih menyimpan dana sisa hasil rights issue sebesar Rp233,98 miliar hingga akhir tahun lalu. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (22/1).

Sekretaris Perusahaan DNET Kiki Yanto Gunawan menjelaskan, dana hasil penerbitan rights issue perseroan pada Mei 2013 mencapai Rp6,98 triliun. Sementara realisasi penggunaan dana rights issue DNET sebesar Rp6,75 triliun. Rinciannya, investasi saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) dan Indomaret sebesar Rp6,73 triliun. Sedangkan sisanya senilai Rp18,68 miliar untuk modal kerja perseroan.

Disebutkan, sisa dana rights issue perseroan masih tersimpan dalam bentuk deposito yang tersimpan di tiga bank. Dana sebesar Rp148,63 miliar disimpan di Bank CIMB Niaga, sebesar Rp37 miliar di Bank BTPN dan Rp48,35 miliar di Bank OCBC NISP.

Asal tahu saja, sejak berganti haluan bisnis tahun 2013, perusahaan yang tadinya menggarap bisnis internet service provider (ISP), memilih mengandalkan pendapatan dari entitas anak perusahaan yang baru di akuisisi Mei tahun 2013.

Entitas anak perusahaan yang dimaksud adalah PT Indomarco Prismatama, atau pemilik Indomaret (40% saham) dan PT Fast Food Indonesia Tbk atau pemilik waralaba KFC di Indonesia (35,8% saham). Terakhir, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk yang memiliki merek Sari Roti (31,5% saham).

Salah satu strategi Indoritel misalnya terlihat dari rencana pengembangan Indomaret. Perusahaan ini akan menambah 300 gerai Indomaret dengan biaya investasi Rp 800 juta per gerai. Selain menambah gerai, Indoritel juga meyakini pendapatan Indomaret bisa terdongkrak momen Lebaran. Indoritel memprediksi pendapatan Indomaret bisa naik 2,5 kali sampai tiga kali lipat. (bani)

Related posts