Waskita Garap Proyek Senilai Rp 10 Triliun - Bangun Transmisi Listrik

NERACA

Jakarta – Kembangkan bisnis selain konstruksi, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan masuk ke proyek transmisi listrik berkapasitas 500 kilovolt (KV) di Sumatera. Nilai proyek jaringan listrik tegangan ekstra tinggi tersebut mencapai Rp 10 triliun,”Proyek tersebut merupakan proyek besar Perusahaan Listrik Negara (PLN) tahun ini. Kalau kami berhasil masuk, proyek ini akan menjadi proyek transmisi pertama Waskita sebagai perusahaan konstruksi,” kata Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Choliq di Jakarta, kemarin.

Proyek transmisi 500 KV di Sumatera itu merupakan proyek pembangunan transmisi pertama yang menggunakan skema pembiayaan dan pembangunan penuh dilakukan oleh pengembang. Transmisi jaringan tersebut akan membentang sepanjang 1.200 kilometer (km) di Sumatera dan terbagi dalam 12 paket.

Menurut Choliq, perseroan berencana mengerjakan sejumlah paket. Skema pembangunan transmisi jaringan listrik mirip seperi jalan tol atau termasuk pengerjaan berbasis turnkey project. Itu berarti Waskita dan para pengembang jaringan listrik yang akan masuk ke proyek tersebut akan dibayar penuh setelah merampungkan proyek.

Ketika proyek tersebut rampung, PLN tetap akan memiliki sepenuhnya transmisi jaringan tersebut. “Bagi kami, dana investasi sebesar Rp 10 triliun itu bisa dicari. Pertama dari hasil rights issue, yang kedua dari pinjaman bank,” jelas Choliq.

Waskita Karya berencana menggelar penawaran umum terbatas saham (rights issue) dengan total perolehan dana sebesar Rp 5,3 triliun pada 2015. Dari jumlah itu, pemerintah akan menyuntikan modal melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 3,5 triliun. Aksi korporasi tersebut masih menunggu persetujuan DPR.

Selain itu, Waskita Karya juga berencana melanjutkan pembangunan lima ruas jalan tol senilai total Rp 12,64 triliun dengan porsi dana rights issue Rp 3,16 triliun. Selain itu, proyek transimisi 500 KV Sumatera senilai total Rp 5,24 triliun dengan porsi dana rights issue Rp 1,32 triliun. Adapun dua proyek jalan tol lainnya senilai Rp 3,46 triliun dengan porsi dana rights issue Rp 867 miliar. Dengan demikian, total proyek yang akan digarap perseroan tersebut mencapai Rp 21,63 triliun.

Kata Choliq, jika rights issue tahun ini sukses terealisasi, perseroan akan menggelar lagi rights issue pada 2016. Tahun depan, perseroan menargetkan dana rights issue sebesar Rp 4,7 triliun. Dari jumlah itu, sekitar Rp 3,1 triliun bakal berasal dari PMN dan sisanya Rp 1,6 triliun berasal dari public,“Jadi kalau ditotal, dana rights issue selama dua tahun mencapai Rp 10 triliun. Aksi ini seiring dengan rencana ekspansi kami di jalan tol dan proyek baru seperti transmisi listrik,” ujar dia.

Setelah rights issue, laba bersih Waskita Karya diestimasi sebesar Rp 1,04 triliun pada 2015, Rp 2,07 triliun pada 2016, Rp 4,01 triliun pada 2017, Rp 5,04 triliun pada 2018, dan Rp 6,27 triliun pada 2019. Sedangkan pendapatan perseroan diperkirakan mencapai Rp 19,68 triliun pada 2015, Rp 22,56 triliun pada 2016, Rp 34,1 triliun pada 2017, Rp 47,07 triliun pada 2018, dan Rp 67,56 triliun pada 2019.

Sebelumnya, perseroan juga mengantungi proyek baru dari Pelindo I untuk pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara dengan total investasi sekitar Rp17 triliun hingga tahun 2019. Disebutkan, dalam pengembangan pelabuhan tersebut, Waskita Karya bersama PT Pembangunan Perumahan Tbk dan Pelindo satu membentuk perusahaan bersama yaitu PT Prima Multi Terminal. Pembentukan perusahaan patungan sudah disepakati dengan komposisi saham 55% dimiliki Pelindo I, 35% PP dan 15% Waskita Karya. (id/bani)

Related posts