Program Sejuta Rumah Berdampak Teknis

NERACA

Jakarta - Pengamat ekonomi Destry Damayanti mengatakan bahwa program pembangunan satu juta rumah oleh pemerintah berdampak teknis terhadap aspek sosial dan finansial (social and financial engineering).

"Sosial karena menyangkut derajat orang, bisa memberikan hak hunian bagi keluarganya, sedangkan finansial karena bermanfaat bagi pertumbuhan pasar modal," kata Destry di Jakarta, Rabu (21/1).

Walaupun pertumbuhan perumahan masih kurang mencukupi, namun ia yakin program tersebut dapat diwujudkan melalui komitmen antara pengembang dan pemerintah.

Dia berpendapat bahwa keputusan pemerintah menghapus subsidi bahan bakar premium merupakan langkah yang tepat untuk mengurangi subsidi energi, sehingga memberikan ruang untuk pembangunan infrastruktur.

Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, kebutuhan pembiayaan infrastruktur mencapai Rp5.519,4 triliun, atau Rp1.100 triliun per tahun.

"Dari anggaran itu, 10,5% sudah dialokasikan untuk sektor perumahan, atau sekitar Rp579,5 triliun," ujarnya. [ardi]

Related posts