AGP Salurkan Mesin Jahit Untuk Difabel

NERACA

Bank Artha Graha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan bersama dengan Artha Graha Peduli (AGP), beberapa waktu lalu menggandeng Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan delapan mesin jahit dan sejenisnya untuk diberikan kepada sejumlah penyandang cacat (difabel) di Surabaya.

Delapan mesin yang disalurkan tersebut diantaranya mesin obras benang, mesin karet, mesin untuk dua jarum, dan mesin pasang kancing. Melalui penyaluran bantuan berupa mesin jahit, diharapkan dapat menjadi bekal serta meningkatkan keterampilan dan kreatifitas pada masa mendatang serta mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

Koordinator Wilayah VII (Jatim dan Jateng) Bank Artha Graha, Selvy Hutomo menuturkan, melalui penyaluran bantuan itu, diharapkan dapat menjadi bekal dan meningkatkan keterampilan mereka pada masa mendatang. Dengan begitu, mereka mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dari berbagai produk yang dihasilkan oleh para difabel, dia yakin masyarakat akan mau menyerapnya. Ditambah lagi mereka sudah memiliki pasarnya tersendiri serta produk yang dihasilkan juga relatif bagus dan sesuai selera pasar.

"Apalagi, selama ini mereka sudah memiliki kemampuan menjahit pakaian sehingga mesin-mesin yang kami berikan beserta berbagai macam bahan kain itu dapat bermanfaat. Bahkan, bisa membuat mereka makin produktif," ujar dia.

Dari delapan mesin tersebut, jelas dia, pada acara yang juga menjadi rangkaian kegiatan Khadijah Education Expo maka satu mesin di antaranya diserahkan sebagai simbolis. Namun, secara umum beberapa mesin yang disalurkan seperti Mesin Obras Benang, Mesin Karet, Mesin untuk Dua Jarum, Mesin Pasang Kancing.

"Pemberian bantuan berupa mesin jahit ini baru pertama dilakukan oleh AGP. Tapi, penyaluran bantuan itu tidak hanya berhenti di Kemensos melainkan akan dibagikan kepada salah satu panti terpilih di Surabaya," ungkap dia.

Kalau sebelumnya, sambung dia, pihaknya telah menyalurkan bantuan CSR dengan melaksanakan bakti sosial di berbagai kesempatan. Selain itu, melakukan Pasar Murah yang menyediakan barang dengan harga jual 50 persen lebih murah.

"Agenda itu kami realisasikan saat lebaran, hari natal, imlek, dan ketika momentum kenaikan harga BBM subsidi," ujar Selvy

Related posts