Bukit Uluwatu Suntik Modal Anak Usaha

Perusahaan properti, PT Bukit Uluwatu Vila Tbk (BUVA) telah menandatangani Perjanjian Hutang Piutang pada 19 Januari 2015 dengan PT Culiva Global Utama. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Hendry Utomo, Direktur PT Bukit Uluwatu Villa Tbk mengatakan, perseroan memberikan pinjaman kepada CGU sebesar maksimal Rp3 miliar dimana akan dicairkan bertahap. CGU merupakan anak usaha perseroan sehingga transaksi ini adalah transaksi afiliasi. Saham BUVA di akhir sesi perdagangan kedua turun 5 poin menjadi Rp545 per saham.

Sebelumnya, perseroan memberikan fasilitas pinjaman secara bertahap kepada PT Dialog Mitra Sukses (DMS) sebesar Rp4,8 miliar, “Fasilitas pinjaman ini diharapkan dapat membantu pengembangan kegiatan perusahaan yang pada akhirnya memberikan dampak dan kontribusi positif bagi perseroan," kata Hendry Utomo.

Disebutkan, kedua perusahaan telah melakukan penandatangan perjanjian utang piutang yang mengatur pemberian fasilitas pinjaman pada 10 November 2014. Dirinya menjelaskan, transaksi ini merupakan transaksi peningkatan penyertaan perseroan dalam DMS. Transaksi ini juga diharapkan dapat menunjang kegiatan usaha utama perseroan berdasarkan anggaran dasar,”Ini merupakan peningkatan modal selanjutnya dari perseroan kepada DMS, di mana perseroan pada 8 Desember lalu juga telah menyuntik dana ke DMS," imbuhnya

Hingga akhir Desember 2014, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) masih menyisakan dana hasil penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp13,29 miliar. Hingga akhir tahun lalu perseroan telah menyerap dana hasil IPO sebesar Rp199,04 miliar,”Dana IPO tersebut digunakan untuk pembangunan PT Bukit Lagol Villa sebesar Rp107,39 miliar dan modal kerja sebesar Rp91,65 miliar," kata Hendri Utomo. (bani)

BERITA TERKAIT

Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur - Gandeng Binar Academy

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Industri Komponen Minta Kepastian Pasok Kebutuhan Mobil Listrik - Dunia Usaha

NERACA Jakarta -  Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Indonesia meminta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melibatkan 122 perusahaan kecil anggotanya dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…