Laba Jasa Marga Diyakini Diatas Target

NERACA

Jakarta – Perusahaan operator jalan tol, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menyakini laba bersih tahun 2014 sedikit di atas rencana perseroan, sementara itu pendapatannya juga sedikit di bawah target,”Kondisinya seperti itu. Angka detailnya tunggu RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) ya," kata Dirut PT Jasa Marga Tbk, Adityawarman di Jakarta, Rabu (21/1).

Disebutkan, tahun 2014, Jasa Marga diproyeksikan akan membukukan pendapatan usaha di luar

pendapatan konstruksi sebesar Rp7 triliun. Peningkatan jumlah pendapatan ini tentu didukung dengan beroperasinya beberapa ruas tol baru pada 2014.

Adityawarman menjelaskan, kondisi tersebut disebabkan karena pada awal 2014, kondisi jalan tol diterpa sejumlah bencana karena terendam banjir dan kemacetan sehingga menyebabkan berkurangnya transaksi,”Itu di luar kontrol kami. Oleh karena itu, kami melakukan langkah efisiensi biaya dan akhirnya tetap bisa meraih laba bersih sedikit di atas rencana," katanya.

Terkait dengan pengoperasian sejumlah jalan tol baru pada 2015, Dirut PT Jasa Marga ini menyampaikan, sedikitnya ada tiga ruas baru yang akan beroperasi yakni Gempol-Pandaan di Jawa Timur pada akhir Februari 2015, Gempol-Pasuruan seksi I (Gempol-Rembang) pada Oktober 2015 dan Surabaya-Mojokerto seksi IV pada akhir Agustus 2015,”Dari tiga ruas itu, dua ruas merupakan target 2014 yang mundur ke tahun 2015 karena persoalan lahan,"jelasnya.

Sebagai informasi, perseroan berencana menerbitkan surat utang (obligasi) senilai Rp5 triliun hingga akhir tahun,” Obligasi dikeluarkan dalam rangka menyiapkan diri kita untuk equity atau hak residusial atas aset.‎ Karena kita melakukan obligasi jika bunganya masih bagus,”kata Adityawarman.

Lebih lanjut, dia mengatakan, saat ini perseroan telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menerbitkan obligasi senilai Rp5 triliun. Dari total obligasi yang bakal diterbitkan Rp 5 triliun, saat ini perseroan sudah menerbitkan Rp3 triliun dan sementara Rp2 triliun sedang menunggu pasar bagus, seperti bunga murah dan faktor lainnya.

Dia menambahkan, obligasi perseroan akan berlaku hingga akhir 2015. Oleh karena itu, perseroan saat ini tengah menyiapkan strategi, apakah dilanjutkan atau tidak. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 3,85 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk, David Wijayatno pernah bilang, capex tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis dengan alokasi kegiatan operasional perseroan sebesar Rp 1,14 triliun, pengembangan usaha jalan tol senilai Rp 2,46 triliun dan pengembangan usaha lainnya sekitar Rp 250 miliar,”Kami juga siapkan Rp 130 miliar untuk ekspansi di sektor properti melalui anak usaha yaitu PT Jasa Marga Properti," katanya.

Adapun sumber pendanaan capex 2015, kata David, dari pinjaman dari luar perseroan sebesar Rp 1 triliun dan sekitar Rp 2,85 triliun dari kas internal perusahaan. Perusahaan pelat merah tersebut juga menargetkan pendapatan sebesar Rp 7,95 triliun di luar pendapatan kontruksi untuk tahun depan, atau naik 11% dari target akhir tahun sebesar Rp 7 triliun. (bani)

Related posts