Kesombongan Merendahkan Kualitas Softskills - Oleh: Aries Musnandar, Dosen PTN

Sombong, angkuh, arogan, sok, tinggi hati dan besar kepala merupakan kumpulan sifat atau sikap yang seharusnya kita hindari sebagaimana agama Islam mengajarkan kita untuk tidak melakukan tingkah laku seperti itu. Berulangkali dalam al Quran diceritakan betapa kaum yang menolak kebenaran itu tergolong orang sombong yang merasa dirinya lebih dari yang lain dan mengingkari berbagai nikmat Allah di dunia ini. Sesungguhnya dalam kisah penciptaan Nabi Adam oleh Allah telah diungkap sikap dan sifat sombong sang iblis. Manakala Allah memerintahkan malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam, serta merta malaikat tunduk dan patut bersujud kepada Adam sementara iblis berani menolak perintah Alllah itu seraya berkata “ana khairun minhu”. Saya lebih baik dari dia (Adam), lalu ia mengungkapkan alasan bahwa ia dicipatakan dari apai sedangkan Adam hanyalah dari tanah. Peristiwa ini diabadikan oleh Allah dalam al Quran yang salahsatunya ada pada surat ketujuh yakni al - A’raf dan terjemahan bebasnya saya kutip dibawah ini:

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakamn kepada para malaikat; “Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud (QS 7:11

Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?”. Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya; Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS. 7:12)

Allah murka dengan kesombongan iblis ini sebagaimanaAllah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”. (QS. 7:13).

Hikmah yang dapat dipetik dalam peristiwa kesombongan iblis tersebut paling tidak ada tiga hal. Pertama, manusia adalah makhluk yang berkedudukan tinggi diantara makhluk Allah lainnya dan bahkan malaikat bersujud kepada manusia atas perintah Allah. Keberadaan manusia diakui oleh para malaikat yang bersujud kepadanya dan manandakan bahwa manusia oleh Allah diharapkan dapat bertindak sebagai wakil Allah dimuka bumi ini. Oleh karena itu kita menyaksikan betapa manusia yang diberikan Allah akal pikiran mampu menciptakan berbagai teknologi canggih dan sangat pro-aktif dalam berbagai produk yang dapat dimanfaatkan manusia. Atas izin Allah manusia bisa menjadi demikian perkasa dibanding makhluk Allah yang lain. Kesimpulannya, bahwa manusia memperoleh kedudukan tinggi diantara makhluk lain.

Kedua, namun derajad kedudukan manusia bisa berubah menjadi makhluk hina yang dimurkai Allah manakala Iblis berhasil membujuk rayu dan menjerumuskan manusia dalam kegelimangan dosa-dosa yang membawanya ke neraka yang merupakan seburuk-buruknya tempat kembali. Di dalam diri manusia terdapat dua kategori sifat yang satu sama lain saling “berlomba menampakkan keunggulannya” yakni sifat baik dan buruk. Sifat baik manusia seperti patuh, taat dan ikhlas sebagaimana sifat-sifat yang dimiliki malaikat, sedangkan sifat buruk adalah sifat-sifat syetan dan iblis.

Ketiga, oleh karena itu manusia dilarang untuk berlaku sombong seperti iblis yang menolak perintah Allah. Mereka yang sombong dapat tekena murka dan hukuman Allah seperti kesombongan iblis yang menjadikannya diusir Allah dari surga. Iblis yang merasa lebih baik dari manusia karena ia dijadikan dari api sedang manusia dibuat dari tanah sehingga menolak bersujud kepada manusia merupakan sifat sombong, angkuh dan tinggi hati. Allah sangat benci, marah dan murka akan sifat-sifat sombong makhluknya yang pada titik tertentu kesombongannya itu bisa mengarahkan manusa berbuat syirik dan apabila hal ini dilakukan maka perbuatan ini adalah dosa paling besar diantara dosa-dosa besar manusia.

Manusia beragama tetapi masih memiliki sifat kesombongan tinggi, arogan, tinggi hati, angkuh dan besar kepala dapat dipastikan orang tersebut bermasalah dalam keimananya. Sifat, perbuatan dan tingkah laku tersebut diatas hanya ditunjukkan oleh mereka yang belum memahami secara benar hakekat beragama. Kesombongan merupakan salah satu sifat yang sangat merusak akhlak manusia padahal Islam datang dalam upaya menyempurnakan akhlak Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "innama bu'itstu liutamima makaarimal akhlaq", sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq manusia.

Dari sifat sombong akan lahir sifat-sifat buruk manusia lainnya seperti menganggap remeh orang lain, berlaku diskriminasi, kerap marah emosional tak terkendali, dan sejumlah sifat yang mencerminkan kualitas rendah orang tersebut dalam berinteraksi sosial (people skills). Padahal kecakapan insani (softskills) seperti itu dalam berbagai penelitian menunjukkan sesuatu yang sangat penting bagi tercapainya kualitas unjuk kerja seseorang. Sifat sombong yang dibiarkan tersemai dan berkembang di dalam diri manusia akan memengaruhi kualitassoftskills individu terseburt. Alhasil, tidak hanya orang tersebut gagal dalam mengelola dirinya sendiri tetapi juga tidak akan berhasil mengelola orang lain apalagi apabila dipundaknya diberikan amanah selaku pemimpin atau atasan. Oleh karena itu, kisah-kisah di dalam al Quran patut kita pelajari dengan seksama serta diambil hikmahnya secara tepat untuk perbaikan kualitas kepribadian dan takwa kita sebagai hamba Allah. (old.uin-malang.ac.id)

Related posts