Bijak Menggunakan Kartu Kredit

NERACA

Kartu kredit, mungkin sebagian orang akan mengernyitkan dahi sembari membayangkan betapa mengerikan kartu itu. Terbayang betapa kartu itu menjadi sumber malapetaka keuangan, dimana dalam setiap kisah masalah kartu kredit, nyaris tak ada yang happy ending bagi konsumen. Semua berakhir dengan posisi konsumen dirugikan.

Patut diketahui, kasus konsumen sebagai nasabah kartu kredit dan teror debt collector semata-mata bukan karena produk kartu kredit tersebut. Bila masing-masing pihak mengetahui hak dan kewajibannya, maka produk kartu kredit tidak akan pernah menimbulkan kekonyolan. Ya, salah satu penyebab kebocoran keuangan bagi masyarakat adalah lantaran penggunaan kartu kredit yang tidak bijak.

Padahal, banyak manfaat yang dinikmati konsumen atau masyarakat umum dalam menggunakan kartu kredit. Selain praktis, kartu kredit selalu memberikan keuntungan lebih bagi penggunanya. Terlebih, untuk kaum perempuan. Bila dikaitkan dengan dunia belanja, kartu kredit memiliki daya penerima di seluruh dunia (global acceptance).

Agar tidak kebocoran keuangan ketika belanja sebaiknya simak tips berikut.

Pilihlah kartu kredit yang memiliki persyaratan mudah, tidak rumit dan prosesnya cepat. Pilih kartu kredit yang menawarkan bunga rendah yaki dibawah 15% per bulan agar tidak mencekik Anda. Usahakan pula memilih merchant yang memiliki surcharge yang rendah. Hal ini untuk menghindari “kebocoran anggaran” belanja Anda.

Jangan tergoda untuk menggunakan kartu kredit untuk berhutang, kecuali sangat-sangat terpaksa dan mendesak. Gunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran, bukan sebagai alat berhutang! Artinya, ketika Anda berbelanja, pastikan Anda juga memiliki jumlah uang yang sama dengan yang Anda keluarkan untuk membayarnya sebelum jatuh tempo.

Related posts