Be My Eyes, Aplikasi Bantuan untuk Tuna Netra

Teknologi kini hadir dimana saja dan dapat dirasakan oleh banyak orang. Teknologi memang dapat dirasakan dengan sangat terjangkau. Setiap orang kini dapat merasakan teknologi dengan mudah, namun tidak hanya itu saja, teknologi pun sangat membantu dan mempermudah segala kegiatan manusia.

Teknologi pun tidak hanya membantu kegiatan banyak orang, teknologi pun dapat membantu manusia yang berkebutuhan khusus. Ribuan orang telah mendaftarkan diri untuk membantu para tuna netra di seluruh dunia melalui aplikasi Be My Eyes. Layanan nirlaba itu mewadahi komunitas relawan yang memiliki panca indera sempurna untuk melakukan panggilan telepon lewat aplikasi iOS dan mengakses kamera para tuna netra.

Dengan adanya aplikasi ini, jelas bahwa teknologi tidak hanya dapat dirasakan bagi banyak orang saja, namun dapat dirasakan oleh orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus.Saat orang yang tuna netra membutuhkan bantuan, mereka mengirim permintaan menggunakan VoiceOver dan aplikasi tersebut akan menghubungkannya dengan seorang relawan yang tersedia.

Seperti dilansir laman Digital Spy, saat ini ada lebih dari 13.000 relawan dan sekitar 2.000 orang yang telah terbantu berkat aplikasi tersebut. Hans Jørgen Wiberg, yang juga penyandang tuna netra, adalah pencetus ide yang meluncurkan layanan tersebut melalui studio pengembang perangkat lunak Robocat. Aplikasi yang saat ini tersedia gratis di iOS juga akan segera diluncurkan untuk Android.

Para pengembang sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan sistem langganan dan/atau donasi mulai September, saat dana mereka menipis.Kekhawatiran tentang penyalahgunaan aplikasi ini juga dapat diredam karena pengguna dari dua belah pihak dapat segera memberi penilaian atas pengalaman mereka atau melaporkan bila ada insiden setiap sesi berakhir.

Related posts