Mansek Prediksi Harga Saham SMGR Anjlok - Dampak Harga Semen Turun

NERACA

Jakarta – Keputusan pemerintah yang menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan juga harga semen, direspon negatif emiten saham sektor semen yang langsung terkoreksi. Maka melihat kondisi tersebut, PT Mandiri Sekuritas menyatakan kebijakan pemerintah menurunkan harga semen yang diproduksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berpotensi melemahkan kinerja perseroan itu.

Kepala Riset Mandiri Sekuritas, John Rachmat memprediksikan, laba per saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk bakal anjlok 10% dan melemahkan pasar saham Indonesia,”Menurut kami, kebijakan presiden mempunyai dampak pada risiko terhadap penurunan nilai pasar saham Indonesia,”ujarnya dalam risetnya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, langkah pemerintah untuk menurunkan harga semen seakan-akan memberi pesan kepada investor untuk mendapatkan laba yang lebih rendah demi kebaikan negara. Lebih lanjut, John menyatakan pihaknya, memprediksi keputusan itu akan menurunkan prediksi laba per saham (earning per share) untuk SMGR tahun ini sebesar 10%.

Dia menambahkan, hal itu juga meningkatkan risiko investasi di Indonesia justru ketika negara membutuhkan investasi dalam jumlah masif untuk mendanai program infrastrukturnya yang beragam,”Kami menurunkan target jangka pendek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke 5.000 dari sebelumnya 5.100 untuk Februari 2015,” ujar John.

Terkait hal itu, John merekomendasikan kepada para investor untuk memperhatikan saham perusahaan dengan risiko intervensi pemerintah yang lebih kecil, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), PT Soechi Lines Tbk (SOCI).

Pasca penurunan harga semen oleh presiden, harga saham PT Semen Indonesia Tbk pada akhir pekan kemarin, langsung merosot 6,48% atau turun Rp1.050 per lembar saham menjadi Rp15.150 per saham. Padahal, saat dibuka pada perdagangan, saham Semen Indonesia menguat di level Rp16.275 per saham. Adapun saham perseroan sempat menyentuh level Rp16.200 per saham. Frekuensi saham yang tercatat pun sebanyak 5.629.

Selain itu, usai pengumuman penurunan harga semen, volume transaksi perdagangan SMGR tercatat sebanyak 32.406.300 saham senilai Rp515,07 miliar. Harga semen yang diproduksi oleh BUMN semen saat ini berada di kisaran Rp60.000-an sampai Rp80.000-an per sak.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengambil alih kewenangan direksi PT Semen Indonesia Tbk (Persero) dengan mengumumkan harga jual semen produksi BUMN tersebut sebesar Rp 3.000 per sak. Harga baru semen efektif berlaku mulai Senin (18/1) mengikuti dengan penurunan harga produksi,”Semen yang diproduksi oleh BUMN kita turun Rp 3.000 per sak," ujar Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi menilai dirinyamerasa perlu mengumumkan langsung penurunan harga semen tersebut agar seluruh pemangku kepentingan ikut mengendalikan harga barang dan jasa pada level yang rendah.(bani)

Related posts