OJK Bekukan Rekening AAA Securities - Tersandung Transaksi Repo Fikif

NERACA

Jakarta –Belum adanya kejelasan penyelesaian kasus PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas yang telah menggelapkan dana nasabah karena transaksi repo fiktif, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya membekukan kegiatan usaha dan rekening broker saham tersebut.

Deputi Komisioner OJK Pengawas Pasar Modal, Sarjito mengatakan, pembekuan tersebut merupakan arahan dari OJK kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI),”Kita memerintahkan kepada BEI untuk menghentikan sementara kegiatan usaha AAA sebagai Perantara Pedagang Efek terhitung sejak tanggal 3 Desember 2014 karena tidak dapat memenuhi persyaratan nilai minimum MKBD akibat dari transaksi Repo," katanya di Jakarta, Selasa (20/1).

Berdasarkan Peraturan OJK nomor V.D.5 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan MKBD, batas minimum MKBD untuk perusahaan efek adalah Rp 25 miliar. OJK juga memerintahkan KSEI terhitung sejak 4 Desember 2014 membekukan rekening Efek AAA, kecuali dalam rangka penyelesaian transaksi bursa.

Sedangkan pemindahan Efek dan atau dana nasabah hanya dapat dilakukan kepada nasabah dengan Single Investor Identification (SID) yang sama. Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK, Nurhaida pernah bilang, pihaknya terus memeriksa AAA Securities yang telah menggelapkan dana nasabah, “Secara umum pemeriksaan belum selesai, tapi memang ada transaksi repo tidak tercatat pembukuan,”ungkapnya.

Mengenai pengembalian dana nasabah, kata Nurhaida, pihak OJK akan memantau dengan ketat agar tidak ada nasabah yang merugi terkait kejahatan AAA Securities. "Dilihat rencana pengembalian. Ini masih pemeriksaan. Artinya didorong AAA Securities menyelesaikan itu," papar dia.

Sebagai informasi, OJK menemukan adanya transaksi Reverse Repo surat berharga Rp 262 miliar di BPD Maluku, serta pembelian Reverse Repo surat berharga Rp 146 miliar dan US$ 1,25 juta di Bank ANDA. Kedua transaksi tersebut dilakukan masing-masing bank dengan AAA tanpa didasari dengan underlying transaction yang telah diperjanjikan.

Atas perintah OJK, kedua bank telah melakukan pembentukan cadangan atas kerugian dimaksud dan menghentikan transaksi surat berharga korporasi untuk sementara waktu. Pemegang saham Bank ANDA juga telah menyetorkan dana segar sejumlah kerugian yang diderita oleh Bank ANDA. Di samping itu, kedua bank juga telah melakukan pembenahan manajemen risiko terkait pembelian surat berharga korporasi.

Seharusnya AAA menempatkan surat berharga yang ditransaksikan dimaksud pada sub account masing-masing bank di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), tapi hal tersebut tidak dilakukan. OJK juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap AAA beserta direktur utamanya Andri Rukminto.

Kemudian pihak kepolisian telah menahan Direktur Utama AAA Sekuritas, Thedorus Andri Rukminto terkait kasus repo fiktif dan penggelapan dana nasabah. Kabar itupun dibenarkan, Sellya Candrasari, kuasa hukum Andri Rukminto dari kantor pengacara SRS Lawyers. Yang jelas pada Jumat pekan lalu (9/1), Andri Rukmito telah memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik Direktorat Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Jakarta Selatan. (bani)

Related posts