Guspenmigas Dukung Penggunaan Komponen Lokal - Industri Minyak dan Gas Bumi

NERACA

Jakarta - Gabungan Usaha Penunjang Energi dan Migas (Guspenmigas) mendukung langkah pemerintah yang ingin meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sebesar 75 persen dalam lima tahun untuk menunjang keberlangsungan industri minyak dan gas bumi (migas) nasional.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Usaha Penunjang Energi dan Migas (Guspenmigas) Willem Siahaya, menegaskan, kami sangat mendukung adanya upaya pemerintah meningkatkan penggunaan komponen produk dalam negeri untuk industri migas. “Pasti kami dukung apalagi ini untuk pertumbuhan yang lebih baik akan industri produk komponen migas dalam negeri, kata Willem dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (20/1).

Untuk itu, dalam rangka penguatan itu tentu pemerintah harus melakukan pengawasan yang ketat di lapangan. Soalnya rencana tersebut bisa saja tak dijalankan sebagaimana mestinya oleh pelaku industri di lapangan jika minim pengawasan. “Peran serta pemerintah tentu harus melakukan pengawasan yang ketat agar mampu berjalan maksimal di lapangan,” ujarnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap produk-produk impor mesti diperkuat dan ditingkatkan. Pasalnya, dari dahulu juga kebijakan untuk meningkatkan kandungan lokal tersebut pernah digulirkan tetapi tidak maksimal di lapangan karena minimnya pengawasan. “Seperti yang sudah pernah terjadi, tapi tidak berjalan. Jangan sampai hal itu terulang kembali,” tegasnya.

Menurutnya, sebelumnya beragam cara telah dilakukan oleh importir untuk meredam produsen komponen lokal termasuk mengeluh tentang persoalan harga yang tinggi. Padahal, jika dihitung sama sekali tidak sesuai dengan tuduhan yang dimaksud.

Willem menjelaskan bahwa, formula kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri merupakan bentuk keberpihakan negara terhadap industri hulu migas nasional. Untuk itu program tersebut perlu ditopang dengan pengawasan yang ketat dari regulator sebagai penyelenggara negara.

"Kami berharap agar Tim Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) sekaligus menjadi tim pengawas agar formula yang telah disusunnya untuk meningkatkan penggunaan produk dalan negeri dapat diimplementasikan secara tepat di lapangan," tuturnya.

Seperti diketahui, menurut dia pemerintah berupaya untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri baik berupa barang maupun jasa untuk mendukung keberlanjutan industri migas nasional. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo menargetkan akan meningkatkan kandungan lokal menjadi 75 persen pada tahun 2019.

Ia menyebutkan, jika saat ini komponen lokal barang baru 36 persen dan kandungan lokal jasa baru 63 persen. Adapun rinciannya, untuk pipa pemboran baru 25 persen, lumpuran pemboran baru 40 persen, pompa angguk baru 40 persen dan kepala sumur baru 30 persen. Itu akan ditingkatkan menjadi 50 persen pada 2019.

Sementara itu tambah dia, untuk jasa pemboran baru 55 persen akan menjadi 75 persen dan jasa seismik studi geologi yang kandungan lokal baru 60 persen dan akan ditingkatkan menjadi 75 persen. Untuk mendorong hal itu Menko Maritim membentuk Tim yang berfungsi untuk memantau pelaksanaan peningkatan kandungan lokal di lapangan.

Willem menghimbau agar pemerintah tidak perlu ragu dengan pihak luar untuk konsisten menjalankan kebijakan tersebut. "Negara seperti Amerika Serikat dan Kanada juga melakukan hal yang sama. Artinya, saat ini ialah era komponen lokal. Kita harus bergerak maju untuk membangun industri hulu migas nasional," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Industri Sawit RI-India Jalin Kerjasama Produksi

NERACA Jakarta – Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), The Solvent Extractors' Association (SEA) India, dan Solidaridad Network Asia Limited (SNAL) menandatangani…

Kemenkop dan UKM Perkuat Sinergi Pusat-Daerah

Kemenkop dan UKM Perkuat Sinergi Pusat-Daerah NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring menekankan pentingnya koordinasi dan…

Citilink Kampanyekan #Terbang dan Berbagi

Sebagai bentuk dukungan dalam membantu program kepedulian untuk kesejahteraan anak Indonesia, maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia mengandeng kerjasama dengan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Mentan Akan Bagikan Satu Juta Bibit Jeruk Koprok

NERACA Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, akan membagikan satu juta bibit jeruk keprok kepada masyarakat pada 2018…

Industri Sawit RI-India Jalin Kerjasama Produksi

NERACA Jakarta – Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), The Solvent Extractors' Association (SEA) India, dan Solidaridad Network Asia Limited (SNAL) menandatangani…

Strategi Niaga - Pemerintah Perlu Lobi Amerika Terkait Ancaman Pencabutan GSP

NERACA Jakarta – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, pemerintah perlu melobi pemerintah Amerika Serikat terkait potensi pencabutan fasilitas…