Tingkatkan Daya Saing dan Investasi Industri - Menperin Raker dengan Komisi VI DPR

NERACA

Jakarta – Menteri Perindustrian Saleh Husin dengan didampingi pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Perindustrian melakukan rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI pada Selasa – 20 Januari 2015. Dalam raker tersebut, diantaranya membahas laporan realisasi anggaran Tahun 2014, program kerja Kementerian Perindustrian terkait Visi Misi Presiden untuk peningkatan kinerja Kementerian Perindustrian Periode 2014-2019, Road Map Kementerian Perindustrian Tahun 2014 – 2019, rencana program/Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2015, dan program kerja Kementerian Perindustrian terkait persiapan industri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Tahun 2015.

Menperin menyampaikan laporan realisasi anggaran Kementerian Perindustrian dalam Pelaksanaan Tahun Anggaran 2014 mencapai Rp. 2,23 triliun atau 85,92% dari pagu anggaran sebesar Rp 2,66 triliun, lebih tinggi dari pada tahun 2013 sebesar 83,90%.

Selanjutnya, Menperin menegaskan, Visi Misi dan Agenda Prioritas Presiden yang terkait dengan sektor industri yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional; dan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Dalam rangka melaksanakan visi misi dan agenda prioritas Presiden, program Quick Wins Kabinet Kerja di bidang perindustrian adalah: (1) Pembangunan 13 Kawasan Industri di luar Pulau Jawa melalui fasilitasi Pemerintah dan Swasta; (2) Re-disain Road Map Industrialisasi sejalan dengan Trisakti dan Nawa Cita melalui penetapan RPP Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) menjadi PP dan penyusunan Perpres tentang Kebijakan Industri Nasional (KIN); (3) Hilirisasi Hasil Tambang ke produk dan jasa industri; (4) Hilirisasi produk-produk pertanian menjadi produk agro industri; (5) Expo dan pemberian penghargaan terhadap inovasi produk-produk industri; (6) Kampanye sistematis dan kreatif untuk menumbuhkan apresiasi terhadap kegiatan industri dalam negeri melalui sosialisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN); (7) Peningkatan pendidikan dan skill tenaga kerja industri; (8) Fasilitasi terhadap industri dalam negeri dari dampak perjanjian-perjanjian internasional yang telah ditandatangani; dan (9) Penguatan struktur industri melalui keterkaitan antara industri hulu (dasar), industri intermediate dan industri hilir (light).

Sementara itu, Road Map atau Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perindustrian tahun 2015-2019 merupakan penjabaran dari Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035 yang terdiri dari tujuan pembangunan industri 2015-2019, sasaran pembangunan industri 2015-2019, serta kebijakan dan strategi pembangunan industri.

Tujuan pembangunan industri tahun 2015-2019 adalah terbangunnya industri yang tangguh dan berdaya saing, melalui: (a) Penguatan struktur Industri nasional; (b) Peningkatan nilai tambah di dalam negeri; (c) Membuka kesempatan berusaha dan perluasan kesempatan kerja; (d) Pemerataan pembangunan Industri ke seluruh wilayah Indonesia guna memperkuat dan memperkukuh ketahanan nasional.

Sasaran pembangunan industri tahun 2015-2019 diwujudkan melalui: (a) Meningkatnya peran industri dalam perekonomian nasional; (b) Meningkatnya Penguasaan Pasar Dalam dan Luar Negeri; (c) Meningkatnya penyebaran dan pemerataan industri; (d) Meningkatnya peran IKM dalam perekonomian nasional; (e) Meningkatnya pengembangan inovasi dan penguasaan teknologi; (f) Meningkatnya penyerapan tenaga kerja di sektor industri; dan (g) Menguatnya struktur industri.

Kebijakan dan Strategi Pembangunan Industri juga dilakukan melalui: (1) Penetapan industri prioritas; (2) Pembangunan Sumber Daya Industri; (3) Pemberdayaan Industri; (4) Pembangunan Sarana dan Prasarana Industri; (5) Pengembangan IKM; dan (6) Perwilayahan Industri.

Related posts