BSD Catatkan Penjualan Rp 6,5 Triliun

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2014, perusahaan properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) berhasil merealisasikan penjualan unit properti (marketing sales) sebesar Rp 6,5 triliun selama 2014, lebih tinggi 8,3% dibandingkan target yang mencapai Rp 6 triliun. Meski demikian, jumlah tersebut turun 11% dibandingkan total realisasi marketing sales 2013 yang mencapai Rp 7,3 triliun.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, perseroan mengungkapkan, jumlah marketing sales sepanjang 2014 memang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh tingginya penjualan lahan kepada perusahaan patungan (joint venture/JV) Hongkong Land dan AEON Mall pada 2013.

Dijelaskan, jika tidak menghitung penjualan lahan masing-masing periode, marketing sales selama tahun lalu tercatat sebesar Rp 6,2 triliun atau tumbuh 15 persen dibandingkan 2013 yakni Rp 5,4 triliun. Selama Januari – Desember 2014, anggota kelompok usaha Sinar Mas itu menjual sebanyak 2.422 unit perumahan, lahan, rumah toko, strata title, dan industrial.

Secara rinci, penjualan rumah menyumbang porsi terbesar sebanyak Rp 3,1 triliun atau 48% dari total marketing sales. Jumlah ini diikuti penjualan lahan sebesar Rp 2 triliun (31%), rumah toko sebanyak Rp 664,3 miliar (10%), strata title senilai Rp 317,3 miliar (5%), dan industrial sebesar Rp 102,9 miliar (2%).

Dari segi proyek, sebagian besar marketing sales perseroan ditopang oleh BSD City Serpong dengan porsi sebesar 75%. Sementara itu, proyek Grand Wisata Bekasi dan Grand City Balikpapan masing-masing memberi kontribusi sebesar 6 persen.

Selanjutnya, Kota Wisata Cibubur menyumbang 5%, Taman Permata Buana sebesar 5%, dan Legenda Wisata Cibubur sebanyak 2%. Adapun Taman Banjar Wijaya Tangerang dan Kota Bunga Bogor memberikan 1% dari total penjualan.

Tahun ini, BSD menargetkan pertumbuhan sebesar 10 – 15% dibandingkan tahun lalu. Dengan demikian, perseroan berpotensi meraup penjualan sebanyak Rp 7,1 – 7,4 triliun tahun ini. Tercatat hingga kuartal III – 2014, BSD membukukan laba bersih sebesar Rp 3,2 triliun atau melesat 49% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,1 triliun. Meski begitu, pendapatan tercatat sebesar Rp 3,9 triliun atau lebih rendah dibandingkan kuartal III – 2013 yakni 4,2 triliun.

Sejak akhir tahun lalu, BSD mulai mengembangkan kawasan hunian berkonsep resor NavaPark senilai Rp 5 triliun. Proyek tersebut dibangun melalui JV dengan Hong Kong Land. Adapun BSD menguasai 51% saham sementara Hong Kong Land memiliki 49%. (bani)

Related posts