Ekspor Motor di 2015 Bisa Capai 60 Ribu Unit - Otomotif

NERACA

Jakarta – Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AIS) Gunadi Shinduwinata menyatakan ekspor motor di 2015 dalam bentuk Completely Build Up (CBU) akan mencapai 60 ribu unit. Jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan 2014 sebesar 43 ribu unit. “Pertumbuhan ekspor karena ada pabrikan agen pemegang merek (APM) yang mulai ekspor CBU juga ditahun ini,” ungkap Gunadi di Jakarta, Selasa (20/1).

Besaran ekspor, kata dia, terbilang kecil dibandingkan produksi sepeda motor yang mencapai 5 juta - 6 juta pada 2014. “Negara yang kebutuhan motornya besar itu di negara-negara berkembang. Namun APM juga sudah bangun pabrik di negara masing-masing tersebut,” ujar Gunadi.

Oleh kerena dia mengapresiasi rencana Suzuki untuk ekspor skutik kelas 110 cc ke pasar Eropa pada akhir Januari nanti. “Mereka rasional, untuk jarak dekat mereka butuh skutik alih-alih mobil. Kebutuhannya ada disana, jadi kita coba ekspor,” ujar Gunadi.

Sementara itu, Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan produsen sepeda motor yakin pertumbuhan ekspor sebesar 5-7 persen. Ia mengatakan pihaknya tidak ingin hanya menjadi pasar terbesar, tetapi menjadi pengekspor tersebesar. Mengacu pada data AISI, total penjualan sepeda motor per November 2014 adalah 7,34 juta unit. Dari total itu kontribusi ekspor hanya 36.873 unit atau 0,50% terhadap total penjualan.

Salah satu faktor penopang untuk menggenjot ekspor adalah dengan memperbesar skala produksi, dengan begitu ekspor sepeda motor dapat terealisasi. Selain itu dari komponen lokal juga harus ditingkatkan agar biaya produksi bisa ditekan sehingga industr sepeda motor di Indonesia bisa lebih kompetitif. Sigit menambahkan, secara kualitas sepeda motor buatan Indonesia sudah mampu bersaing di kancah ekspor. “Kualitas kita bagus tidak ada perbedaan antara produk domestik dengan ekspor,” ujarnya.

Wakil Ketua I Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Johannes Loman, mengatakan salah satu tantangan ekspor sepeda motor Indonesia adalah menembus pasar di negara yang menjadi telah basis produksi sepeda motor. “Kalau negara yang punya basis produksi sendiri buat apa mereka harus impor,” ujarnya.

Untuk bisa menembus pasar ekspor, maka produsen lokal harus bisa lebih kompetitif. Salah satu produsen sepeda motor di Indonesia yaitu PT Astra Honda Motor akan memulai ekspor perdananya tahun 2015. AHM tahun depan merencanakan untuk melakukan ekspor sebanyak 40.000 sampai 50.000 unit sepeda motor.

Mulai Ekspor

Sebelumnya, PT Astra Honda Motor (AHM) mulai tahun 2015 mendatang akan mulai mengekspor produksi sepeda motor mereka ke salah satu negara Asia Tenggara. Hal itu disampaikan Direktur HR, GI & IT AHM Markus Budiman. “Tahun depan kami sudah mendapatkan izin dari prinsipal untuk mengekspor sepeda motor produksi AHM ke salah satu negara di Asia Tenggara,” katanya.

Markus enggan untuk menyebutkan secara pasti negara tujuan ekspor sepeda motor mereka. Markus hanya menjelaskan bahwa sepeda motor yang akan diekspor berjenis matik atau bertransmisi otomatis, meski tidak juga menyebutkan tipenya secara spesifik.

Selain itu, Markus juga sempat mengindikasikan bahwa AHM akan mengumumkan sepeda motor model terbaru mereka pada Desember 2014, tanpa berkenan menjelaskan detil waktu dan jenisnya. Hingga September 2014, AHM memiliki lini produk dengan komposisi 14 model, 35 tipe dan 96 variasi warna.

Secara spesifik terdapat tiga model sepeda motor bebek, enam model matik dan lima model sport. Sepanjang Januari-September 2014 AHM telah mengeluarkan tiga model baru yakni Supra X FI di kelas sepeda motor bebek pada Februari, Vario 110 FI di kelas matik pada Maret dan CBR150R-IN di kelas sport pada Agustus. AHM juga meluncurkan empat major facelift dengan dua di antaranya diimpor penuh dari luar serta enam facelift lainnya.

Related posts