UE Kucurkan 4 Juta Euro Untuk ASEAN - Kerjasama Mitigasi Bencana

NERACA

Jakarta – Uni Eropa memberikan perhatian terkait program penanggulangan bencana di Asia Tenggara. Bahkan Uni Eropa (UE) berani mengucurkan bantuan senilai EUR4 juta atau lebih dari Rp47 miliar melalui ASEAN guna memperkuat kerjasama mitigasi bencana. “UE mendukung beberapa inisiatif praktis d ASEAN dalam penanggulangan bencana,” kata Komisioner Uni Eropa untuk Kerja Sama Internasional, Bantuan Kemanusiaan, dan Penanggulangan Krisis, Kristalina Georgieva dalam kuliah umumnya di Hotel Mandarin, Jakarta, (12/9)

Menurut Kristalina Georgieva, UE juga aktif menjadi peserta berbagai pelatihan penanggulangan bencana yang diadakan Forum Regional ASEAN. Sebagai kawasan yang sebagian besar rentan terhadap bencana, dalam tiga puluh tahun terakhir Asia Pasifik telah mencatat 91% kematian dan 49% dari kerusakan dunia akibat berbagai bencana alam. "Di daerah yang sangat rentan terhadap bencana alam, kita dapat berbuat lebih banyak dalam penilaian dan mengantisipasi risiko bencana," ungkapnya

Kristalina Georgieva menegaskan, dirinya akan bertemu dengan sejumlah menteri dan Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan untuk memperkuat kerjasama meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan upaya tanggap darurat secara kolektif di kawasan. Menurut dia, manajemen penanggulangan bencana di wilayah ASEAN menguat setelah pertemuan UE dengan menteri terkait di Indonesia dan Sekretaris Jenderal ASEAN untuk mengidentifikasi dan mengembangkan terobosan baru dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan upaya tanggap darurat secara kolektif.

Dana sejumlah 4 juta Euro tadi akan dialokasikan untuk pendirian fasilitas baru yang akan dikelola oleh Sekretariat ASEAN dan akan mendukung pelaksanaan proses integrasi ASEAN melalui kebijakan sektoral dan pengembangan pengetahuan. Program tersebut juga akan memanfaatkan proses belajar dati pengalaman dan pengetahuan yang relevan dari Bangsa Eropa dan Asia.

“Uni Eropa telah mendukung beberapa inisiatif praktis ASEAN dalam penanggunlangan bencana dan kami telah aktif menjadi peserta berbagai pelatihan penanggulangan bencana yang diadakan Forum regional ASEAN. Namun, di daerah yang sangat rentan terhadap bencana alam, kita dapat berbuat lebih banyak dalam penilaian dan mengantisipasi risiko bencana,” katanya.

Salah satu program penatalaksanaan bencana terakhir adalah latihan tingkat tinggi kesiapsiagaan bencana yang diadakan di Manado, Sulawesi Utara, pada Maret 2011 lalu. Adapun di Indonesia, Uni Eropa telah memberikan kontribusi 113 juta Euro (lebih dari Rp1,3 triliun) sejak 1994 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat korban bencana. Sejak 1998, Komisi UE telah memberikan sekira 6,7 juta euro atau sekira Rp78 miliar untuk membantu 25 inisiatif Indonesia dan regional yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan masyarakat lokal dalam menghadapi bencana. **Munib

BERITA TERKAIT

Ekspor Tenun dan Batik Ditargetkan US$58,6 Juta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor produk tenun dan batik pada tahun 2019 mampu menembus angka USD58,6 juta atau…

Lippo Karawaci Raup Dana Segar US$ 280 Juta

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melakukan rights issue dan divesatasi aset.…

Kemenperin Ukur Ratusan Industri untuk Siap Masuki Era 4.0

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0. Berdasarkan peta jalan Making…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Data Eksplorasi Migas Indonesia Masih Lemah

  NERACA   Jakarta - Anggota legislatif Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy menilai bahwa sistem data eksplorasi minyak dan…

Imperva Bangun Scrubbing Center di Jakarta

    NERACA   Jakarta - Imperva Inc, perusahaan cybersecurity mengumumkan hadirnya DDoS Scrubbing Center pertama di Indonesia. Menurut Wakil…

Pemda Diminta Lapor Penggunaan Dana DBHCT

  NERACA   Karawang - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus melaporkan penggunaan dana…