2018, Tol Balaraja Barat - Ciujung Beroperasi - Investasi Rp1,18 Triliun

NERACA

Sentul - PT Marga Mandalasakti, badan usaha pengelola Tol Tangerang-Merak, akan menambah lajur tol baru sepanjang 20 kilometer dari Balaraja Barat ke Ciujung. Menurut Direktur Utama PT Marga Mandalasakti, Wiwiek Dianawati Santoso, pembangunannya telah disetujui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan beroperasi pada 2018 mendatang dengan investasi sebesar Rp1,18 triliun.

“Anggaran ini hanya untuk tambah lajur saja. Pembangunan lajur tidak akan selesai selama satu tahun. Kita mulai bangun tahun 2016 sampai 2018. Lahan tidak ada masalah karena tersedia. Tinggal eksekusi saja,” kata Wiwiek di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (19/1).

Alasan pembangunan lajur tol ini, menurut dia, karena untuk menyelaraskan perkembangan beban trafik sebelum mendekati derajat kejenuhan volume kendaraan sebesar 80%. Dengan kata lain, jumlah kendaraan yang lewat diperkirakan padat. Pembangunan lajur juga merupakan bagian dari peningkatan kualitas standard pelayanan minimum (SPM) MMS.

“Tentunya, kami terus meningkatkan SPM. Sekarang BPJT mengaudit setiap bulan. Biasanya setiap semester. Kami tidak hanya membangun jalan tapi akan mempertebal pelapisan aspal agar usia jalan bisa dipertahankan sesuai rencana,” terangnya.

Terkait SPM, pada pertengahan tahun lalu, MMS sudah melaksanakan pekerjaan pengujian kekesatan(skid resintance)dan ketidakrataan(roughness)pada permukaan Jalan Tol Tangerang-Merak.

Kegiatan yang rutin diadakan dua tahun sekali ini bertujuan untuk memperoleh data kekesatan dan ketidakrataan permukaan jalan. Pekerjaan uji kekesatan ini menggunakan alat Mu-meter yang dapat mengukur tekstur berupa koefisien friksi SFC(sideway force coefficient).

Rencana kerja

Selain itu, Wiwiek juga menjelaskan bahwa dalam rencana kerja 2015, MMS hanya mengalokasikan anggaran sebesar Rp110 miliar. Anggaran ini turun dari rencana kerja 2014 yang mencapai Rp365 miliar. Menurut dia, penurunan anggaran tersebut karena hanya meneruskan dari apa yang sudah dilaksanakan pada rencana kerja tahun lalu.

“Memang tidak banyak anggaran tahun ini. Sebab kita tinggal operasional dan perawatan saja. Contohnya meng-upgrade sistem Toll Collector Terminal (TCT) agar transaksi lebih cepat. Tahun lalu perangkat kerasnya (hardware) sudah disiapkan, seperti tender dan membangun gerbang, lalu membeli alat,” jelas Wiwiek.

Adapun rencana kerja MMS lainnya di tahun ini antara lain menambah lajur transaksi di Gerbang Tol Cikupa, Balaraja Barat dan Timur. Kemudian perluasan gerbang tol otomatis (GTO) atau E-Toll Card, pemasangan warning lamp serta membangun pagar permanen di beberapa titik ruas tol. [ardi]

Related posts