Penerimaan Cukai Rokok Ditargetkan Rp72 T

NERACA

Jakarta---Pemerintah serius menggenjot penerimaan cukai negara pada 2012. Karena itu penerimaan ditargetkan akan naik 6,4% dari APBN-P 2011 yang mencapai Rp72,4 triliun. "Penerimaan cukai 2012 menurut produksinya Rp 72 triliun, naik 6,4% dibanding APBN-P 2011. Untuk rokok Rp69 triliun sedangkan cukai miras Rp3 triliun," kata Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Bambang PS Brojonegoro kepada wartawan di Jakarta, Senin, (12/9)

Menurut mantan Dekan FEUI ini, karena itu demi pencapaian target 2012. Maka Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada 2012 akan akan menaikan tarif cukai rata-rata sebesar 12,2%. "Tarif cukai kenaikan rata-rata 12,2%," tambahnya.

Menyinggung soal produksi rokok, Bambang mengungkapkan pemerintah menargetkan pada 2012 akan mencapai sekitar 268,4 miliar batang per tahunnya. "Permintaan rokok ini inelasti terhadap harga, tarif cukai naik produksi ikut naik," imbuhnya

Saat ditanya antisipasi adanya kecurangan pada produsen rokok besar yang menggunakan produsen kecil untuk meningkatkan produksinya, Bambang hanya mengatakan pemerintah akan membatasi produksi produsen kecil tersebut. "Mengantisipasi maraknya perusahaan rokok yang terafiliasi, batasan produksi diturunkan. 400 juta batang menjadi 300 juta batang per produsen kecil," tandasnya

Ditempat yang sama, Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono mengakui kampanye dan larangan merokok telah menyebabkan turunnya pendapatan cukai. Apalagi beberapa daerah, terutama Pemdanya melalukan larangan merokok di tempat tempat tertentu. Sehingga ini berdampak negative pada pendapatan bea cukai. "Mengurangi jumlah perokok provinsi, pengurangan cukai yang kita terima. Dan imbauan pemda-pemda yang melarang merokok tempat tertentu akan mengurani pendapatan cukai," ujarnya.

Lebih lanjut kata Agung, untuk pendapatan bea masuk sendiri juga mengalami tantangan seperti perdagangan bebas yang dijalankan pemerintah yang berdampak pada penurunan pendapatan bea masuk. "Adanya komitmen Free Trade Area seperti AFTA dan yang lain akan berdampak pada penurunan bea masuk," tambahnya.

Kemudian kebijakan tarif umum bea masuk yang cenderung menurunkan tarif efektif rata rata be masuk juga menurunkan pendapatan bea masuk. "Pemberian berbagai fasilitas pembebasan dan keringanan BM, ini akan menjadi tantangan kita ke depannya," tambahnya.

Serta wilayah Indonesia yang luas juga dikatakannya akan menjadi tantangan dalam penerimaan bea masuk ini. "Wilayah pabaean indonesia yang luas, yang secara geografis menimbulkan kerawanan pabean," pungkasnya.

Sebelumnya pemerintah menargetkan penerimaan Cukai Negara pada tahun 2012 akan naik 6,4 persen dari APBN-P 2011 mencapai Rp72,4 triliun. Untuk rokok adalah Rp69 triliun sedangkan cukai miras Rp3 triliun. **cahyo

BERITA TERKAIT

TARIF CUKAI ROKOK TIDAK NAIK

Pekerja melinting rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan alat linting di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (15/1). Pemerintah memutuskan tidak menaikkan…

Dominasi LG Di Pasar AC Inverter Ditargetkan Berlanjut di 2019

      NERACA Jakarta – Sebagai salah satu pabrikan elektronik yang fokus di pasar inverter, PT LG Electronics Indonesia…

Industri Agro Ditargetkan Tumbuh 7,10 Persen Tahun 2019

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memasang target pertumbuhan sektor industri agro sebesar 7,10 persen pada tahun 2019, lebih tinggi…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bantuan 50 Ekor Ayam Kementan Bantu Kehidupan Masyarakat

    NERACA Tasikmalaya - Kehidupan Cicih, seorang buruh tani di Desa Kiarajangkung, Kec. Sukahening, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi…

Utang Luar Negeri Naik 7% Jadi Rp5.220 Triliun

  NERACA Jakarta - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir…

PII Ingin Berikan Kenyamanan Berinvestasi - Indonesia PPP Day 2019

  NERACA Singapura - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019 di Singapura pada Selasa, (15/01)…