Diburu Aksi Beli, IHSG Kembali Menguat

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 3,714 poin (0,07%) ke level 5.152,093. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik tipis 0,921 poin (0,10%) ke level 887,264. Penguatan indeks BEI ditopang aksi beli investor domestik terhadap saham-saham unggulan.

Menurut analais Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, IHSG BEI menguat tipis masih berada dalam rentang konsolidasi jangka pendek dengan target batas atas menuju level 5.198 poin,”Nilai tukar rupiah yang masih dalam tren pelemahan menjadi salah satu penahan, sehingga indeks BEI masih berada di area konsolidasi,”ungkapnya di Jakarta, Senin (19/1).

Namun, saat ini kondisi IHSG BEI masih berada dalam kategori sehat, penutupan IHSG di atas level 5.151 poin menunjukkan bahwa kekuatan naik belum berkurang,”IHSG masih memiliki peluang besar untuk melanjutkan kenaikan dalam waktu dekat. Diperkirakan IHSG BEI akan bergerak di kisaran 5.128-5.198 poin dengan potensi melanjutkan kenaikan pada Selasa (20/1)," katanya.

Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan Selasa besok diantaranya XL Axiata Tbk (EXCL), Pakuwon Jati Tbk (PWON), Perusahaan gas Negara Tbk (PGAS), Gudang Garam Tbk (GGRM), Jasa Marga Tbk (JSMR), Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).

Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, sentimen dari kebijakan pemerintah yang menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), semen serta gas elpiji dapat mendorong pelaku pasar menjadi lebih berani untuk mengakumulasi saham. Kebijakan itu diperkirakan dapat menurunkan tingkat inflasi pada tahun ini "Kondisi itu akan mengembalikan IHSG diatas level psikologis 5.200 poin," katanya.

Baginya, beberapa saham yang dapat diperhatikan pada perdagangan hari selanjutnya diantaranya Bank Mandiri Tbk (BMRI), Adhi Karya Tbk (ADHI), BBNI, dan WTON. Transaksi investor asing sampai sore kemarin, tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 705,79 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 228.222 kali dengan volume 6,355 miliar lembar saham senilai Rp 5,805 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 141 turun, dan 95 saham stagnan.

Pasar saham Tiongkok anjlok sangat dalam setelah pemerintah setempat menghentikan perdagangan tiga broker terbesarnya untuk investigasi soal transaksi marjin yang berisiko tinggi. Bursa-bursa Asia lainnya masih bisa menguat didorong oleh sentimen positif dari Wall Street, seperti pasar saham Jepang dan Singapura.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 1.100 ke Rp 7.500, Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 34.000, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 350 ke Rp 13.075, dan Lion Metal (LION) naik Rp 300 ke Rp 10.000. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 900 ke Rp 14.100, Samudera Indonesia (SMDR) trun Rp 750 ke Rp 11.525, Blue Bird (BIRD) turun Rp 575 ke Rp 11.525, dan Indocement (INTP) turun Rp 475 ke Rp 21.825.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,261 poin (0,01%) ke level 5.148,118. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,754 poin (0,09%) ke level 887,097. Saham-saham lapis dua yang terkena aksi jual. Tiga sektor akhirnya melemah, yaitu sektor industri dasar, infrastruktur, dan manufaktur. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 136.249 kali dengan volume 2,705 miliar lembar saham senilai Rp 2,971 triliun. Sebanyak 152 saham naik, 105 turun, dan 78 saham stagnan.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat sebesar 3,78 poin atau 0,07% ke posisi 5.152,15, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 1,86 poin atau 0,21% ke posisi 888,20,”Mengikuti penguatan bursa AS, bursa Asia termasuk indeks BEI menguat," kata Analis Samuel Sekuritas, Tiesha Narandha Putri.

Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah menambahkan, pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi sentimen domestik dan luar negeri. Dari domestik, sentimen datang dari Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate sebesar 7,75%,”Kebijakan BI tersebut konsisten dengan upaya untuk mengarahkan inflasi menuju ke sasaran 4 plus 1% pada 2015 dan 2016, serta mendukung pengendalian defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat,”ujarnya.

Dari eksternal, lanjut dia, data perekonomian AS dan Tiongkok akan memberikan pengaruh bagi pergerakan indeks global dan regional Asia. Sejumlah data penting dari eksternal diperkirakan membaik, data klaim pengangguran AS dan data produk domestik bruto (PDB) Tiongkok akan menjadi katalis bagi pasar saham.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 94,89 poin (0,39%) ke 24.008,63, indeks Bursa Nikkei naik 93,29 poin (0,55%) ke 16.957,45, dan Straits Times menguat 12,41 poin (0,40%) ke posisi 3.313,17. (bani)

Related posts