Pendapatan Buana Tama Terkoreksi 6,9%

NERACA

Jakarta - Emiten di sektor pelayaran PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) mengalami penurunan pendapatan 6,9% menjadi US$ 33,72 juta di kuartal III/2014, dibanding perolehan yang sama di tahun sebelumnya sebesar US$ 36,22 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (19/1).

Disebutkan, beban langsung perseroan selama sembilan bulan pertama di 2014 menjadi US$ 24,44 juta, dibanding perolehan yang sama di 2013 sebesar US$ 31,94 juta. Laba kotor menjadi US$ 8,27 juta di kuartal III/2014, dibanding perolehan sebelumnya US$ 4,28 juta.

Kerugian yang dialami BULL akibat dari pelemahan mata uang asing sebesar US$ 473.806 dan kerugian lain yang tercatat mencapai US$ 270.898. Dari kondisi tersebut, membuat laba sebelum pajak perseroan turun menjadi US$ 876.846 di kuartal III/2014, dibanding perolehan US$ 11,78 juta di kuartal III/2013. Laba yang diatribusikan kepada pemilik turun menjadi US$ 475.537, dibanding perolehan sebelumnya US$ 11,36 juta.

Kondisi liabilitas perseroan juga mengalami penurunan, raihan per kuartal III/2014 menjadi US$ 145,58 juta, dibanding raihan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar US$ 154,56 juta. Total aset juga turun 1,5 persen menjadi US$ 252,19 juta per kuartal III/2014, dibanding perolehan sebesar US$ 256,14 juta per kuartal III/2013.

Sebagai informasi, ditengah performance anjloknya kinerja keuangan PT Buana Listya Tama Tbk, setidaknya tahun ini ada tujuh emiten pelayaran yang menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai total US$ 564,8 juta atau sekitar Rp 7 triliun. Jumlah tersebut rata-rata turun 39% dibandingkan 2014 senilai US$ 929,4 juta.

PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) menyiapkan belanja modal tahun ini sebesar US$ 50 juta (Rp 635,25 miliar). Emiten yang bergerak di bidang jasa penyediaan kapal itu akan menggunakan capex untuk membeli empat kapal baru,”Rincian kapalnya adalah dua unit Anchor Handling Tug Supply (AHTS), satu Anchor Handling Tug (AHT), dan satu Platform Supply Vessels (PSV),”kata Pek Swan Layanto, Investor Relations Wintermar.

Di lain pihak, emiten jasa transportasi angkutan laut, PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) mengalokasikan dana US$ 80 juta untuk belanja modal 2015, yang akan digunakan untuk membeli empat kapal. “Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan capex, apabila ada peluang usaha yang memerlukan kami untuk menambah kapal untuk disewa,” jelas Chief Financial Officer & Corporate Secretary Logindo,Sundap Carulli.

Dia menambahkan, jenis kapal bervariasi tergantung kebutuhan, bisa AHTS atau PSV. Perseroan menargetkan pendapatan maksimal US$ 85 juta tahun ini. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 21,43% dibandingkan proyeksi pendapatan sepanjang 2014 sekitar US$ 70 juta. (bani)

Related posts