PT Timah Garap Bisnis Properti di Bekasi - Gandeng Adhi Karya dan WIKA

NERACA

Jakarta – Kembangkan bisnis selain eksplorasi timah, PT Timah Tbk (TINS) bakal merambah bisnis properti guna menggenjot pendapatan perseroan. Rencananya, perseroan bakal bakal mendirikan anak usaha baru pada awal tahun ini. “Bisnis properti itu untuk jangka panjang. Kami menggandeng Adhi Karya dan Wijaya Karya untuk mendirikan anak usaha itu,”kata Sekretaris Perusahaan Timah, Agung Nugroho di Jakarta, kemarin.

Meskipun menggandeng dua perusahaan pelat merah lainnya, Agung mengungkapkan bahwa proyek properti yang akan dikerjakan nantinya dapat bekerjasama dengan pihak manapun. Namun, dia menegaskan bahwa rencana untuk bisnis properti Timah akan dibahas lebih lanjut setelah pendirian anak usaha tersebut.

Tahun lalu, Agung mengungkapkan, Timah bakal membangun kawasan terpadu (mixed use) di Bekasi, Jawa Barat, pada 2015. Nilai investasi proyek tersebut sekitar Rp 1 triliun. “Dana berasal dari kas internal,” ucap dia.

Agung menegaskan, hal itu merupakan langkah awal komitmen Timah untuk masuk ke lini bisnis properti. Perseroan akan membangun perumahan, apartemen, perkantoran, dan kawasan komersial. Menurut dia, Timah membidik penduduk di Bekasi yang terus bertambah. Perseroan memiliki lahan siap pakai seluas 176 hektare (ha) di Bekasi. Aset tanah itu diestimasi sekitar Rp 2 triliun.

Dia menyatakan, perseroan akan membentuk anak usaha bernama PT Timah Properti. Saat ini, Timah menunjuk PT Adhi Karya Tbk dan PT Wijaya Karya Tbk untuk membangun proyek pertama di Bekasi tersebut. Perseroan juga akan membangun proyek properti di beberapa lahan milik perseroan di Bandung dan Bangka Belitung. Di Bandung, perseroan membidik segmen pasar residensial dan komersial,”Di Bangka Belitung, perseroan berencana mengembangkan kawasan wisata tambang dan lapangan golf,” imbuhnya.

Selain itu, kata Agung, perseroan masih terus mengkaji rencana ekspansi bisnis ke Myanmar, setelah tertunda pada tahun lalu. Perseroan memiliki opsi mengakuisisi perusahaan timah di Myanmar untuk merealisasikan ekspansi tersebut,”Cadangan timah di lokasi yang direncanakan tahun lalu tidak sesuai dengan ekspektasi perusahaan,” ujar Agung.

Agung mengungkapkan, selama ini, perusahaan selalu mengeksplorasi lahan baru untuk pertambangan timah. Namun, tahun ini, opsi ekspansi Myanmar berkembang dengan adanya rencana akuisisi perusahaan timah atau membuat fasilitas pengolahan (smelter) di negara tersebut.

Namun, Agung masih enggan mengungkapkan secara rinci soal rencana ekspansi ke Myanmar. Perseroan hanya berharap rencana tersebut dapat terealisasi tahun ini. Sementara itu, Timah menyiapkan dana sebesar Rp 1,1 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex) 2015 atau meningkat dari realisasi tahun lalu Rp 800 miliar. Perseroan akan menggunakan sebagian besar capex untuk memproduksi timah.

Agung Nugroho mengungkapkan, perseroan akan menggunakan kas internal dan pinjaman bank untuk memenuhi kebutuhan capex. “Sebelumnya, perusahaan selalu menggunakan kas untuk capex, tetapi tahun ini kami mengkaji pinjaman ke beberapa bank BUMN,” kata dia.

Perseroan akan menggunakan sebagian besar capex untuk perawatan (maintenance) peralatan, penambahan unit, upgrading, dan eksplorasi. Adapun ekspansi lainnya yang belum sempat dilakukan pada tahun lalu tengah dikaji ulang. (bani)

Related posts