Adhi Karya Bakal Kebut Proyek Monorel - Raih Suntikan Modal Rp 1,4 Triliun

NERACA

Jakarta – Masih molornya proyek monorel rute Bekasi-Jakarta yang digarap PT Adhi Karya Tbk (ADHI), diharapkan bisa dipercepat pengerjaannya setelah pemerintah memuluskan penyertaan modal terhadap perseroan sebesar Rp 1,4 triliun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengatakan, Adhi Karya di usulkan mendapatkan suntikan dana segar sebesar Rp 1,4 triliun untuk mendanai proyek monorel. Dimana dalam proyek monorel tersebut menelan investasi sebesar Rp 9,6 triliun yang rencananya akan dibangun jalur monorel dari Bekasi Timur-Cawang dan Cibubur-Cawang selanjutnya dari Cawang dibawa ke Kuningan, Jakarta Selatan,”Adhi Karya bangun monorel dan stasiun pendukung sehingga dapat PMN,”ujar Rini di Jakarta, Senin (19/1).

Kata Rini, dana ini akan disuntikkan saat Adhi Karya menerbitkan saham baru dengan mekanisme hak memesan efek terlbih dahulu (HMETD) alias rights issue. Negara akan mengeksekusi haknya saat rights issue nanti. BUMN karya lain yang memperoleh suntikan ialah PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Waskita membutuhkan dana untuk membangun 'Tol Listrik' atau jaringan transmisi listrik di Sumatera dengan kapasitas 500 KV. Suntikan senilai Rp 3,5 triliun tersebut juga dipakai membiayai proyek-proyek jalan tol,”Waskita Karya untuk selesaikan jalan tol strategis yang selama ini terbengkalai dan bangun jalan tol baru termasuk transmisi 500 KV di Sumatera," jelasnya.

Sebagai informasi, Kementerian BUMN mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan pola menerbitkan saham baru atau right issue kepada empat perusahaan terbuka yaitu PT Bank Mandiri Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Waskita Karya Tbk senilai total,”Right issue ke empat BUMN tersebut bagian dari PMN yang diberikan pemerintah kepada 35 BUMN senilai Rp48,06 triliun pada tahun 2015," kata Menteri BUMN, Rini M Soemarno.

Disebutkan, right issue Bank Mandiri senilai Rp5,6 triliun, Aneka Tambang sebesar Rp7,7 triliun, Waskita Karya Rp3,5 triliun, dan Adhi Karya Rp1,4 triliun. Dijelaskan pula, right issue tersebut didasari perubahan paradigma bahwa BUMN berperan dalam memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional. BUMN ini juga harapkan melalukan 'leverage' sehingga kegiatan investasi lebih besar daripada dana PMN tersebut.

Untuk PMN Bank Mandiri, diharapkan bisa mendorong ekspansi kredit yang lebih besar hingga mencapai Rp164 triliun tahun 2020 menjadi sekitar Rp1.516 triliun. Saat yang bersamaan pendapatan laba bersih Bank Mandiri pada 2020 diperkirakan mencapai Rp51,7 triliun, melonjak dari tahun 2015 yang diproyeksikan sebesar Rp21,2 triliun.

Sementara dana hasil right issue PT Aneka Tambang Tbk senilai Rp7,7 triliun akan digunakan untuk membangun proyek strategis meliputi CGA Tayan, proyek Fero Nikel Halmahera Timur, Smelter Grade Alumina Mempawah dan Anoda Slime. Dengan perolehan PMN tersebut maka kapitalisasi pasar Antam akan melonjak hingga 100% menjadi US$ 2 miliar dari sebelumnya sekitar US$ 1 miliar. Perseroan juga memproyeksikan laba bersih menjadi Rp1,54 triliun pada 2018, tumbuh dari tahun 2015 yang mencatat rugi sebesar Rp890,28 miliar. (bani)

Related posts