Pemahaman Keuangan Masyarakat Melonjak

NERACA

Jakarta - Citibank Indonesia mengemukakan bahwa pemahaman keuangan masyarakat Indonesia mengalami pelonjakan tertinggi, yakni 62,4 poin, dibandingkan beberapa negara di kawasan Asia. "Hal menarik adalah produk investasi reksa dana yang masuk dalam instrumen investasi pilihan," ujar Senior Vice President, Head of Wealth Management Citibank NA Indonesia, Ivan Jaya di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, meningkatnya pemahaman keuangan masyarakat Indonesia menunjukan kemampuan dalam merencanakan keuangan dan pengimplementasian tata kelola keuangan yang baik serta optimisme terhadap perekonomian ke depan.

"Indonesia, orang-orangnya optimistis terhadap keuangannya, mau menabung, mengetahui investasi, sehingga kecerdasannya meningkat," ujarnya. Dia juga mengemukakan bahwa tingkat pemahan keuangan masyarakat Indonesia didominasi pada produk jasa keuangan konvensional seperti dana tunai atau tabungan yang menempati posisi puncak diikuti oleh asuransi, properti dan reksa dana.

Ivan memaparkan bahwa pengukuran pemahaman keuangan Indonesia itu dilakukan melalui survei Citi FinQ di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia. Hasil terbaru Citi FinQ menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat pemahaman keuangan tertinggi di atas Singapura (59,9 poin), Filipina (56,1 poin), Australia 55,6 poin), dan Taiwan (52,1 poin).

"Financial Quotient atau FinQ adalah istilah yang digunakan Citigroup untuk menunjukkan kemampuan seseorang dalam memahami pentingnya perencanaan keuangan dan pengimplementasian tata kelola keuangan yang baik," katanya.

Menurut Ivan, Otoritas Jasa Keuangan yang cukup gencar melakukan edukasi terhadap produk-produk investasi salah satunya pasar modal, telah melakukan langkah yang benar dan diikuti juga oleh perusahaan terkait dengan mempersiapkan layanannya yang baik. [ardi]

Related posts