Mandiri Janji Suntik Modal Rp5,9 Triliun - Bangun Infrastruktur

NERACA

Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menjanjikan bakal menginjeksi modal melalui penyertaan modal Negara (PNM) sebesar Rp5,6 triliun-Rp5,9 triliun pada 2015 akan meningkatkan penyaluran kredit untuk pembangunan infrastruktur.

"Itu tentu ada alokasi untuk infrastruktur. Dari 'outstanding' kita (kredit infrastruktur) saat ini seharusnya naik," kata Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Jumat (16/1) pekan lalu.

Menurut laporan di akhir kuartal III 2014, kredit infrastruktur yang disalurkan Mandiri mencapai Rp88,6 triliun, yang digunakan untuk pembiayaan proyek transportasi, jalan tol, listrik, telekomunikasi, minyak, dan gas. Adapun, total penyaluran kredit dari Mandiri hingga kuartal II 2014 sebesar Rp506.5 triliun, dengan pertumbuhan 12,4% dibanding periode sama di 2013.

Pada sektor ketenagalistrikan sendiri, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit sebesar Rp20,416 triliun sampai September 2014. Kredit tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan pembangkit listrik, transmisi, dan jaringan distribusi.

Kemudian, Bank Mandiri juga telah menyalurkan Rp2 triliun untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia . Penyaluran ini juga diharapkan dapat mendukung fokus pemerintah dalam memajukan sektor kemaritiman Indonesia.

"Kalau 'outstanding' kita sekarang sekitar Rp60 triliun. Dengan proyeksi pertumbuhan kredit tahun 2015 di level 15%, tentu pasti ada peningkatan," ujar Budi.

Beberapa korporasi debitur Mandiri merupakan BUMN-BUMN karya dan juga operator fasilitas perhubungan. Otoritas Jasa Keuangan juga berjanji akan ada penyesuaian besaran bobot risiko khusus untuk pembiayaan sektor ekonomi prioritas seperti sektor pangan, energi dan maritim.

"Penyesuaian bobot risiko itu diharapkan menjadi insentif yang dapat membuat perbankan lebih bersemangat untuk menyalurkan pembiayaan ke pembangunan prioritas," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Darmansyah Hadad.

PMN kepada Bank Mandiri merupakan rencana injeksi modal yang akan diberikan pemerintah melalui skema penerbitan saham baru atau rights issue. PMN tersebut termasuk dalam rencana pemerintah untuk memberikan suntikan modal dengan total Rp48 triliun kepada sejumlah BUMN, salah satu tujuannya untuk mendongkrak pembangunan infrastruktur.

PMN tersebut sudah diajukan kepada DPR-RI dalam Rancangan APBN-Perubahan 2015. Selain PMN, pemerintah juga memastikan akan memangkas pemotongan dividen bank BUMN sebesar 10% menjadi 20%.

"Kami menyetujui itu, namun masing-masing bank berbeda antara Bank BRI, Mandiri, BNI, maupun BTN, saya tidak ingat detailnya," ujar Menteri BUMN Rini Soemarno, awal tahun ini. Secara keseluruhan, pada RAPBN 2015 pemerintah berencana mengurangi dividen BUMN sebesar Rp9 triliun, menjadi Rp34 triliun dari sebelumnya Rp43,7 triliun. [ardi]

Related posts